
FT UNS – Mahasiswa Program Studi Doktor Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil mengembangkan model perencanaan produksi inovatif yang mampu membantu industri manufaktur meningkatkan keuntungan sekaligus menekan konsumsi energi dan emisi karbon. Inovasi tersebut dipresentasikan dalam yudisium promosi doktor pada Selasa (03/02/2026) di Ruang Sidang Senat Gd. Ir. RPM. Kasifudin FT UNS.
Dr. Theresia Sunarni merupakan mahasiswa Program Studi Doktor Teknik Industri FT UNS dan juga Dosen aktif di Program Studi Teknik Industri Universitas Katolik Musi Charita Palembang. Dalam desertasinya, ia mengembangkan model terintegrasi yang mengombinasikan penentuan ukuran produksi (lot sizing) dan penjadwalan produksi pada hybrid production line, yaitu sistem produksi yang memadukan regular production line dan green production line. Model ini dirancang untuk menjawab tantangan industri manufaktur modern, seperti meningkatnya biaya energi, tuntutan efisiensi, produk cacat, serta tekanan regulasi lingkungan.
Selain aspek biaya dan keuntungan, model ini secara komprehensif memasukkan faktor keberlanjutan dalam pengambilan keputusan, meliputi remanufaktur, rework, konsumsi energi, emisi karbon, hingga pajak karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi waktu proses, penurunan tingkat cacat, dan pengendalian konsumsi energi berperan signifikan dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan. Penerapan teknologi hemat energi mampu meningkatkan kapasitas produksi tanpa kenaikan konsumsi energi yang berarti, sementara remanufaktur terbukti menekan biaya bahan baku, mengurangi emisi karbon, serta mendukung penerapan circular economy.

Lebih lanjut, penelitian ini menegaskan bahwa implementasi green production line memerlukan manajemen biaya yang holistik karena adanya interaksi dinamis antara kapasitas produksi, biaya energi, emisi, dan permintaan pasar. Model yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi alat bantu strategis bagi manajemen dalam perencanaan produksi jangka pendek dan jangka panjang yang berorientasi pada keuntungan dan keberlanjutan.
Dari sisi kebijakan publik, hasil penelitian ini memberikan masukan bagi regulator bahwa penerapan pajak karbon secara bertahap masih memiliki ruang tanpa mengganggu kinerja finansial industri, dengan catatan penetapan ambang tarif dilakukan secara tepat agar efektif mendorong penurunan emisi.
“Inovasi penelitian model ini dikembangkan dengan mempertimbangkan beberapa hal. Tidak hanya mempertimbangkan emisi yang dapat dilhat berdasarkan pajak karbon, tetapi model ini juga dirancang untuk memaksimalkan keuntungan bagi perusahaan,” ujar Dr. Theresia.

Rektor Universitas Katolik Musi Charita Palembang Dr. M. Y. Dedi Haryanto, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan di Universitas Katolik Musi Charita.
“Harapan kami apa yang diperoleh Dr. Theresia dapat diimplementasikan di universitas kami terutama pada Program Studi Teknik Industri. Semoga Kerjasama antara Universitas kami dan UNS masih tetap saling terjaga,” ujar Dr. Dedi Haryanto.
Dr. Theresia Sunarni dinyatakan lulus dalam masa studi 3 tahun 1 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99 dan meraih predikat Cumlaude. Penelitian ini dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Wakhid Ahmad Jauhari, S.T., M.T. selaku promotor, didukung oleh Prof. Dr. Eng. Ir. Pringgo Widyo Laksono, S.T., M.Eng. sebagai Ko-Promotor I, serta Nughthoh Arfawi Kurdhi, S.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai Ko-Promotor II.

Penelitian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan sistem produksi inovatif, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan remanufaktur dan efisiensi sumber daya, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya penurunan konsumsi energi dan emisi karbon menuju industri manufaktur yang berkelanjutan. Humas FT UNS.




