
FT UNS –Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali melahirkan doktor berkualitas melalui Yudisium Promosi Doktor atas nama Dr. Lutiyatmi dari Program Studi Doktor Ilmu Teknik Mesin, yang diselenggarakan pada Kamis (5/2/2026) di Ruang Multimedia Gedung IV FT UNS.
Dr. Lutiyatmi yang juga merupakan dosen aktif di Politeknik Manufaktur Ceper dinyatakan lulus setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Filler untuk Pengelasan TIG Komposit Aluminium Limbah Terak Besi Cor.” Ia menyelesaikan studi doktoralnya dalam masa studi 3 tahun dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 dan meraih predikat Cumlaude.
Penelitian ini berangkat dari kebutuhan industri manufaktur dan otomotif terhadap material yang ringan, kuat, dan tahan korosi, di tengah meningkatnya volume limbah piston aluminium dan terak besi cor yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pendekatan rekayasa material, limbah tersebut dikembangkan menjadi Aluminium Matrix Composite (AMC) dan diaplikasikan sebagai filler pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG).

Komposit AMC aluminium–terak besi cor diproduksi menggunakan metode stir casting dengan variasi fraksi berat penguat 0%, 2%, 4%, dan 6%, kemudian dikembangkan menjadi filler melalui metode cast filler. Filler hasil penelitian ini selanjutnya diaplikasikan pada proses pengelasan TIG dan dibandingkan dengan filler komersial ER4043. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi fraksi berat terak besi cor memengaruhi sifat fisik, mekanik, dan mikrostruktur material, dengan fraksi 2–4% menunjukkan karakteristik paling optimal.
Pada pengujian pengelasan TIG, penggunaan filler AMC aluminium–terak besi cor menghasilkan fusi sambungan yang lebih baik, peningkatan kedalaman penetrasi, serta kecenderungan penurunan porositas. Pengamatan mikrostruktur menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) memperlihatkan terbentuknya ikatan metalurgi yang lebih baik, yang berkontribusi terhadap peningkatan kekuatan tarik dan sifat patahan yang lebih ulet.
“Aplikasi riset ini berfokus pada pengembangan material limbah agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Di wilayah Ceper masih banyak limbah yang belum diolah secara optimal. Melalui inovasi ini, limbah tersebut diolah menjadi produk AMC dan filler yang diaplikasikan pada pengelasan metode TIG, khususnya untuk material aluminium,” ujar Dr. Lutiyatmi.

Penelitian ini dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Triyono, S.T., M.T., IWE. selaku Promotor, serta Prof. Dr. Ir. Eko Surojo, S.T., M.T. sebagai Ko-Promotor I dan Prof. Dr. Ir. Nurul Muhayat, S.T., M.T. sebagai Ko-Promotor II.
Selaku Promotor utama, Prof. Dr. Ir. Triyono, S.T., M.T., IWE. turut memberikan apresiasi atas capaian yang diraih mahasiswa bimbingannya tersebut.
“Kinerja filler berbasis AMC ini dibandingkan dengan filler komersial ER4043 sebagai material pembanding. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan yang tentunya lebih baik disbanding komposisi lainnya. Capaian ini patut diapresiasi karena mahasiswa mampu menyelesaikan studi tepat waktu enam semester, menghasilkan tiga publikasi ilmiah berupa prosiding, jurnal Q2, serta target jurnal Q1, dengan IPK 3,98,” ujar Prof. Triyono.

Penelitian ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan material inovatif berbasis rekayasa, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah industri, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan mendorong praktik manufaktur yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Humas FT UNS.




