
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) menyelenggarakan Yudisium Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Teknik Sipil pada Senin (12/01/2026) di Ruang Multimedia (RMM) Fakultas Teknik UNS. Kegiatan ini menjadi sarana penyampaian capaian akademik kepada publik sekaligus penyerahan yudisium bagi lulusan doktor yang dibebaskan dari Ujian Terbuka Promosi Doktor.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Lila Anggraini dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan meraih IPK 3,98. Ia dibimbing oleh Prof. Ir. Ary Setyawan, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Tim Promotor, dengan Prof. Ir. Winny Astuti, M.Sc., Ph.D. sebagai Ko-Promotor I dan Dr. Ir. Fajar Sri Handayani, S.T., M.T. sebagai Ko-Promotor II.
Dalam studi doktornya, Dr. Lila Anggraini mengangkat disertasi berjudul “Penilaian Keandalan Infrastruktur Kawasan Permukiman”. Penelitian ini menghasilkan satu artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi Q2 terbitan Malaysian Institute of Planners berjudul “Identification of Infrastructure Indicators in Urban Housing Development in Indonesia” dalam Journal of Planning Malaysia Volume 23 Issue 4 Tahun 2025. Selain itu, satu artikel ilmiah lainnya dipresentasikan dalam konferensi internasional.

Melalui disertasinya, Dr. Lila Anggraini merancang instrumen penilaian keandalan infrastruktur kawasan permukiman yang mampu mengevaluasi kinerja kawasan secara komprehensif dan terintegrasi. Pendekatan penelitian mengombinasikan teori Ekistics dari Doxiadis dengan konsep keandalan infrastruktur, sehingga penilaian tidak hanya berfokus pada kondisi fisik, tetapi juga mencakup fungsi, keberlanjutan layanan, serta tingkat pemenuhan kebutuhan penghuni. Kawasan permukiman diposisikan sebagai sistem yang terdiri atas lima elemen utama, yaitu alam, manusia, sosial, bangunan, dan jaringan, dengan indikator keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan yang ditinjau berdasarkan regulasi yang berlaku.

“Sebelum menentukan lokasi pembangunan pemukiman, developer melakukan penilaian kelayakan, termasuk aspek struktur dan spesifikasi infrastruktur seperti jaringan jalan dan air limbah. Lokasi terpencil dipilih sebagai alternatif terakhir karena keterbatasan lahan di kawasan ramai. Analsis kemungkinan terjadinya faktor lingkungan, seperti risiko banjir seperti yang terjadi di wilayah Aceh dan Sumatra saat musim hujan, juga disosialisasikan kepada masyarakat melalui pemerintah daerah sebelum diserahkan kepada pengelola,” ujar Dr. Lila.
Instrumen penilaian dikembangkan melalui kajian literatur komprehensif dan divalidasi menggunakan Teknik Delphi dengan melibatkan para ahli lintas sektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen sosial berperan signifikan dalam membentuk keandalan kawasan, sementara indikator kenyamanan dan kemudahan menjadi faktor dominan penentu kinerja kawasan. Instrumen tersebut juga diimplementasikan dalam aplikasi digital Sistem Penilaian Keandalan Infrastruktur Kawasan Permukiman. Penerapan pada kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) menunjukkan hasil konsisten dengan kategori andal serta mengidentifikasi aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Penelitian ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). Melalui riset ini, FT UNS menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kontribusi akademik berbasis rekayasa untuk mendukung perencanaan kawasan permukiman yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Humas FT UNS.




