
FT UNS – Tim peneliti Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) mengembangkan sistem pompa air tenaga surya (solar water pump) untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Ir. Hari Maghfiroh, S.T., M.Eng., M.Sc. dan didukung pendanaan LPDP melalui Hibah International Research Network (IRN) Program EQUITY THE Impact Rankings 2025.
Penelitian ini juga melibatkan kolaborasi internasional bersama Prof. Isa Ali Ibrahim dari Federal University of Technology, Nigeria. Pengembangan teknologi tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan air irigasi di sektor pertanian Indonesia, sementara sebagian besar sistem irigasi masih bergantung pada listrik jaringan maupun bahan bakar fosil yang memerlukan biaya operasional cukup besar.
Sebagai negara agraris dengan potensi energi surya yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaatkan energi terbarukan dalam mendukung produktivitas pertanian. Oleh karena itu, tim peneliti FT UNS mengembangkan sistem pompa air tenaga surya yang dapat dioperasikan secara langsung di lahan pertanian.
Berbeda dengan sebagian besar penelitian yang masih dilakukan dalam skala laboratorium, sistem yang dikembangkan diuji langsung di area persawahan sebagai living lab. Pengujian dilakukan pada kondisi nyata dengan berbagai variasi cuaca, suhu, dan intensitas cahaya matahari yang berubah setiap hari.
Sistem tersebut menggunakan delapan panel surya dengan kapasitas total sekitar 5,2 kWp yang dipadukan dengan pompa submersible DC berdaya 3.000 watt. Salah satu inovasi utama yang diterapkan adalah konsep batteryless system, yaitu energi listrik yang dihasilkan panel surya langsung digunakan untuk mengoperasikan pompa tanpa memerlukan baterai penyimpanan.
Menurut Dr. Hari Maghfiroh, pendekatan ini membuat sistem menjadi lebih sederhana, mengurangi biaya investasi, sekaligus menekan kebutuhan perawatan.

“Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar. Melalui penelitian ini, kami ingin menunjukkan bahwa energi matahari dapat dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil,” ujar Dr. Hari.
Selain mengembangkan sistem pompa, tim peneliti juga mengintegrasikan teknologi monitoring berbasis Internet of Things (IoT). Berbagai sensor digunakan untuk memantau intensitas cahaya matahari, suhu, daya listrik, serta debit air secara real-time. Data yang diperoleh kemudian ditampilkan melalui dashboard monitoring sehingga kondisi sistem dapat dipantau secara langsung.
Lebih lanjut, tim peneliti mulai mengembangkan pendekatan Digital Twin, yaitu representasi virtual dari sistem fisik yang memanfaatkan data sensor dan model matematika. Teknologi ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem irigasi cerdas yang lebih efektif dan efisien di masa mendatang.
Implementasi sistem telah dilakukan di area persawahan Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Selain menjadi sarana penelitian dan pembelajaran energi terbarukan, sistem tersebut juga berpotensi membantu memenuhi kebutuhan air irigasi masyarakat sekitar, terutama pada musim kemarau.
Melalui penelitian ini, FT UNS menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan pompa air tenaga surya ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan, SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pemanfaatan energi bersih dan terjangkau, serta SDG 9 (Industri, Inovasi and Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi inovatif yang mendukung pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Humas FT UNS.




