
FT UNS — Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (Pusharlis) menggelar Pendampingan Teknis dan Berbagi Pengetahuan tentang Battery Energy Storage System (BESS) selama tiga hari, 18–20 Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti 15 peserta tersebut menjadi wadah pertukaran pengetahuan antara akademisi FT UNS dan praktisi industri untuk memperkuat kompetensi teknologi penyimpanan energi.
BESS merupakan teknologi strategis dalam mendukung keandalan dan fleksibilitas sistem kelistrikan serta integrasi energi terbarukan. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai battery pack, Battery Management System (BMS), State of Charge (SOC), State of Health (SOH), cell balancing, Energy Management System (EMS), inverter dan Power Conversion System (PCS), hingga aspek keselamatan dan penerapan BESS skala komersial dan utilitas.

Dr. Ir. Mufti Reza Aulia Putra, S.T., M.T., IPP., selaku penanggungjawab kegiatan sekaligus Ketua Badan Pengembangan Usaha FT UNS menghadirkan sejumlah pakar FT UNS dari bidang teknologi penyimpanan energi, material maju, kendaraan listrik, sistem energi, elektronika, dan komersialisasi produk. Narasumber yang dihadirkan yaitu Prof. Dr. Ir. Agus Purwanto, S.T., M.T., Ketua PUI Teknologi Penyimpanan Energi Listrik; Prof. Dr. T. Ir. Endah Retno Dyartanti, M.T., Kepala Laboratorium Material Maju FT UNS; Prof. Ir. Muhammad Nizam, S.T., M.T., Ph.D., dan Dr. Ir. Hari Maghfiroh, S.T., M.Eng., M.Sc., dari Grup Riset Teknologi Kendaraan Listrik dan Sistem Energi Berkelanjutan; Dr. Ir. Warindi, S.T., M.Eng., Kepala Laboratorium Elektronika dan Laboratorium Konversi Energi dan Tenaga Listrik FT UNS, serta Dr. Ir. Chico Hermanu Brillianto Apribowo, S.T., M.Eng., Kepala Unit Komersialisasi Produk dan Jasa Badan Pengembangan Usaha (BPU) UNS.
Sementara itu, Kandhi Widodo, Senior Manager Perencanaan Pusharlis, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi ruang untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan teknologi BESS, mulai dari pengujian, kinerja, keandalan, keselamatan, hingga pengelolaan siklus hidup.
Kolaborasi FT UNS dan Pusharlis diharapkan tidak berhenti pada berbagi pengetahuan, tetapi berkembang menuju riset, pengembangan, pengujian, dan hilirisasi teknologi BESS untuk mendukung kebutuhan sistem energi nasional.

Dalam sambutannya, Dekan FT UNS, Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU., menegaskan pentingnya mengembangkan kerja sama dari berbagi pengetahuan menuju pengembangan dan hilirisasi teknologi.
“BESS bukan sekadar teknologi baterai, tetapi bagian dari ekosistem energi masa depan. Kolaborasi harus diarahkan dari berbagi pengetahuan menuju inovasi, peningkatan kesiapan teknologi, hingga hilirisasi,” ujar Prof. Wahyudi.
Lebih lanjut Prof. Wahyudi menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang mampu menghubungkan kepakaran akademik dengan kebutuhan industri sehingga menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata.

Melalui pendekatan Connect–Collaborate–Commercialize, FT UNS terus mendorong penguatan jejaring dengan industri untuk mengembangkan teknologi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang energi masa depan.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kompetensi, pengembangan teknologi energi, inovasi, dan kolaborasi perguruan tinggi dengan industri.
Humas FT UNS.




