
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM HGR-UNS) mengembangkan mesin pemanas genteng bagi pengrajin di Kelurahan Karanggeneng, Boyolali pada Jum’at (7/08/2026). Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Pengrajin Genteng Kelurahan Karanggeneng, Boyolali Menuju Transformasi Industri Rendah Emisi Berbasis Energi Baru Terbarukan” tersebut menjadi upaya perguruan tinggi dalam menghadirkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi genteng masyarakat.
Pengembangan teknologi ini dilatarbelakangi proses produksi genteng yang masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada tahap pemanasan dan pembakaran. Penggunaan metode konvensional berpotensi menyebabkan konsumsi energi tinggi, distribusi panas yang kurang merata, waktu proses yang panjang, serta kualitas hasil pembakaran yang belum konsisten.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim PKM HGR-UNS mengembangkan mesin pemanas dengan ruang pemanas berisolasi, rak pemanas bertingkat, sistem ventilasi, serta panel kontrol. Teknologi tersebut dirancang untuk menghasilkan distribusi temperatur yang lebih merata dan kondisi pemanasan yang lebih terkontrol sehingga proses produksi dapat berlangsung secara lebih konsisten.
Ketua Tim PKM HGR-UNS, Dr. Ir. Mufti Reza Aulia Putra, S.T., M.T., IPP. Dosen Program Studi Teknik Elektro menyampaikan bahwa penerapan teknologi tidak hanya berorientasi pada penyediaan mesin, tetapi juga memastikan masyarakat mampu mengoperasikan dan memanfaatkannya secara mandiri.
“Pengembangan teknologi ini tidak hanya berfokus pada pembuatan mesin, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat benar-benar digunakan dan dipelihara oleh masyarakat. Melalui pendampingan dan transfer pengetahuan, kami berharap mitra dapat mengoperasikan teknologi secara mandiri dan memperoleh manfaat yang berkelanjutan,” ujar Dr. Mufti.

Selain penerapan teknologi, tim juga memberikan pendampingan pengoperasian dan pemeliharaan mesin kepada para pengrajin. Pendekatan tersebut diharapkan memastikan teknologi yang diberikan dapat digunakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas serta kualitas produk.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi FT UNS melalui penerapan hasil pengembangan teknologi untuk menjawab kebutuhan industri kecil di masyarakat. Ke depan, teknologi pemanas tersebut berpotensi dikembangkan dan diintegrasikan dengan energi baru terbarukan serta sistem pengelolaan energi untuk mendukung proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Melalui program ini, UNS mendorong penguatan kapasitas pengrajin genteng di Kelurahan Karanggeneng sekaligus membuka peluang transformasi industri lokal menuju proses produksi yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan produktivitas usaha; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi tepat guna; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan proses produksi yang lebih efisien energi; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat.
Humas FT UNS.




