
FT UNS –Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur di Ballroom UNS Tower, Selasa (27/10/2026). Sebanyak 340 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 327 peserta kelas kerja sama UNS dengan PT Pertamina (Persero) dan 13 peserta kelas umum.
Ketua Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) FT UNS, Prof. Dr. Ir. Pringgo Widyo Laksono, S.T., M.Eng., IPU, ASEAN Eng., menyampaikan bahwa gelar insinyur membawa tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan menjunjung tinggi etika dan profesionalisme.
“Kepada para insinyur baru, selamat atas pencapaian hari ini. Gelar insinyur bukan sekadar sebutan, melainkan amanah profesi. Gelar ini menuntut Saudara untuk terus mengembangkan kompetensi dan mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Prof. Pringgo.

PSPPI UNS menyelenggarakan pendidikan melalui jalur reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memungkinkan pengalaman kerja serta capaian kompetensi praktisi di bidang keinsinyuran diakui sesuai standar yang berlaku. Hingga pelantikan ini, PSPPI UNS telah meluluskan 778 insinyur profesional. Dari 340 peserta yang dikukuhkan, capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi mencapai 4,00, dengan rata-rata IPK 3,63.
Dalam sambutan Rektor UNS, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa pelantikan bukan sekadar penanda selesainya pendidikan profesi, melainkan momentum untuk meneguhkan tanggung jawab profesional para insinyur kepada masyarakat, dunia industri, dan negara.
“Capaian ini merupakan kebanggaan bagi UNS sekaligus kontribusi nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia keinsinyuran yang dibutuhkan bangsa. Namun, pelantikan ini bukan sekadar penanda selesainya pendidikan profesi, melainkan momentum untuk meneguhkan tanggung jawab profesional kepada masyarakat, dunia industri, dan negara,” ujar Prof. Fitria.

Prof. Fitria juga menyoroti tantangan pendidikan profesi insinyur di Indonesia. Di tengah kebutuhan insinyur untuk mendukung hilirisasi industri, transisi energi, elektrifikasi transportasi, transformasi digital, dan kecerdasan artifisial, minat terhadap pendidikan profesi, khususnya jalur reguler bagi lulusan baru, dinilai belum sebanding dengan kebutuhan nasional.
Menurutnya, peningkatan jumlah insinyur perlu disertai dengan penguatan mutu pendidikan, pengakuan industri terhadap kualifikasi profesi, serta pembelajaran yang semakin dekat dengan praktik rekayasa di lapangan. Harmonisasi peran perguruan tinggi dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) juga diperlukan untuk membangun ekosistem profesi yang terintegrasi, dengan standar kompetensi yang jelas dan penjaminan mutu berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Umum PII, Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, M.B.A., IPU, ASEAN Eng., melalui sumpah profesi yang diucapkan, para insinyur baru diharapkan senantiasa menjunjung tinggi etika, menjaga kompetensi, serta mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat dalam setiap praktik keinsinyuran.
Dekan FT UNS, Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU., juga menekankan pentingnya peran insinyur dalam menghasilkan solusi rekayasa yang menjawab kebutuhan industri dan masyarakat. Insinyur profesional diharapkan mampu mengembangkan inovasi, mendukung transisi energi, serta berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur dan industri yang berkelanjutan.

Pelantikan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan pendidikan profesi dan kompetensi sumber daya manusia; SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, melalui dukungan terhadap transisi energi; serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan kompetensi dan inovasi keinsinyuran untuk mendukung pembangunan nasional.
Melalui kegiatan ini, FT UNS berharap para insinyur baru dapat menjalankan profesinya dengan menjunjung tinggi etika, mengutamakan keselamatan dan kepentingan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan industri dan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
Humas FT UNS.




