
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Technology Foresight and Sustainable Industrialization” pada Kamis (22/10/2026) di Ruang Multimedia Gedung IV FT UNS. Kegiatan ini menghadirkan Ir. Nugroho Adi Sasongko, S.T., M.Sc., M.BA., Ph.D., IPU., Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta diikuti mahasiswa dan dosen FT UNS.
Dekan FT UNS, Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin antara FT UNS dan BRIN dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta pemanfaatan fasilitas laboratorium. Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu terus diperkuat untuk mendukung pengembangan pendidikan tinggi teknik dan riset yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Prof. Wahyudi menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global, tetapi juga mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

“Fakultas Teknik UNS hari ini menyatakan kesiapan penuh untuk berperan sebagai center of excellence teknologi hijau, menjadi basis riset yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), serta bertindak sebagai pencetak global engineer, architect, dan planner,” ujar Prof. Wahyudi.
Ia juga menekankan pentingnya technology foresight sebagai pendekatan strategis untuk mengantisipasi perkembangan teknologi dan menyiapkan diri menghadapi tantangan industri masa depan. Upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan sustainable industrialization atau industrialisasi berkelanjutan agar kemajuan teknologi turut memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ketahanan industri.
Dalam pemaparannya, Ir. Nugroho Adi Sasongko menjelaskan perkembangan revolusi industri dari fase pertama hingga kelima. Revolusi Industri 1.0 ditandai penggunaan tenaga uap dan mekanisasi, Industri 2.0 melalui pemanfaatan listrik dan produksi massal, Industri 3.0 dengan elektronika dan otomasi, serta Industri 4.0 melalui integrasi sistem siber-fisik dan pemanfaatan data. Sementara itu, Industri 5.0 menempatkan manusia, keberlanjutan, dan ketangguhan sebagai aspek penting dalam pengembangan industri.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa transformasi industri tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan teknologi dan efisiensi produksi, tetapi juga dengan kemampuan membangun sistem industri yang adaptif, berpusat pada manusia, dan berkelanjutan.
Ir. Nugroho juga menyoroti adanya tiga revolusi yang berlangsung secara bersamaan, yakni di bidang pertanian (agri), pangan, dan bio. Ketiganya menjadi bagian dari perubahan yang perlu dicermati dalam membaca arah perkembangan teknologi dan sistem industri masa depan.

Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan mengenai arah perkembangan teknologi serta peluang penerapannya untuk menjawab tantangan industri. Dekan FT UNS juga mendorong mahasiswa agar memanfaatkan peluang kolaborasi bersama BRIN, termasuk melalui program magang riset, pendidikan pascasarjana berbasis riset, serta pengembangan penelitian dan inovasi.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDG 4: (Pendidikan Berkualitas), melalui penguatan wawasan dan kompetensi akademik mahasiswa; SDG 9: (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), melalui pengembangan riset dan inovasi untuk mendukung daya saing industri; serta SDG 12: (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), melalui penguatan perspektif industrialisasi berkelanjutan.
Humas FT UNS.




