
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Penguatan Etika Kerja bagi Tenaga Kependidikan untuk Mendukung Pelayanan Prima, Selasa (13/10/2026), di Ruang Multimedia Gedung IV FT UNS. Kegiatan yang diikuti seluruh tenaga kependidikan FT UNS ini bertujuan memperkuat etika profesional dan meningkatkan kualitas pelayanan di lingkungan fakultas.
Workshop menghadirkan Jaka Daryana, S.Pd., S.Psi., M.Psi., fasilitator Mental Spiritual Building Center (MSBC) Assyifa Kusuma Solo, sebagai narasumber. Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Nonakademik FT UNS, Prof. Dr. Ir. Niken Silmi Surjandari, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.
Dalam sambutannya, Prof. Niken menekankan bahwa etika dan pelayanan merupakan dua aspek penting yang perlu menjadi perhatian tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Ia mengibaratkan etika sebagai kompas yang menjadi pedoman dalam menentukan sikap dan perilaku saat memberikan layanan.
“Etika itu semacam kompas, alat yang bisa kita gunakan untuk menuntun kita berperilaku,” ungkap Prof. Niken.

Ia menjelaskan bahwa tenaga kependidikan memberikan layanan kepada berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pimpinan, dosen, sesama tenaga kependidikan, mahasiswa, keluarga mahasiswa, hingga pengguna lulusan. Karena itu, kualitas pelayanan perlu dibangun dengan memahami kebutuhan pihak yang dilayani.
Prof. Niken juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip tepo seliro, yaitu menempatkan diri pada posisi orang lain. Dengan memahami sudut pandang pengguna layanan, tenaga kependidikan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan kooperatif, serta memberikan penjelasan yang baik apabila suatu kebutuhan belum dapat dipenuhi.
Memasuki sesi materi, Jaka Daryana menjelaskan bahwa pelayanan prima tidak cukup hanya diwujudkan melalui keramahan, tetapi juga memerlukan profesionalisme dan konsistensi dalam bekerja. Kualitas pelayanan, menurut materi yang disampaikan, mencakup lima aspek, yaitu keandalan dalam menyelesaikan kebutuhan pengguna, daya tanggap terhadap permintaan layanan, jaminan atas kualitas dan ketepatan layanan, empati terhadap pengguna, serta bukti fisik berupa tempat dan sarana pelayanan yang tertata rapi.

Jaka juga menguraikan sejumlah persoalan yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan, antara lain lambatnya respons, sikap saat melayani, ketidakpatuhan terhadap waktu, penggunaan aset dan fasilitas kantor, serta etika dalam hubungan kerja. Persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar tidak menghambat efektivitas pelayanan maupun menciptakan pengalaman yang kurang baik bagi pengguna.
Dalam pelaksanaan tugasnya, tenaga kependidikan FT UNS berinteraksi dengan beragam pengguna layanan, termasuk pimpinan, mahasiswa, dosen, rekan kerja, mitra industri, dan masyarakat umum. Kemampuan memahami kebutuhan setiap pengguna, memberikan respons yang tepat, serta menjaga sikap profesional menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan yang berkualitas.

Melalui workshop ini, FT UNS mendorong seluruh tenaga kependidikan untuk menjadikan etika kerja sebagai bagian dari budaya pelayanan sehari-hari. Penguatan tersebut diharapkan dapat mewujudkan layanan yang lebih efektif, responsif, dan profesional, sekaligus mendukung peningkatan kualitas tata kelola fakultas.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 4: (Pendidikan Berkualitas) melalui Pelayanan yang mendukung kelancaran proses pendidikan. Serta SDG 16: (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan profesionalisme dan kualitas tata kelola institusi
Humas FT UNS.




