
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) menyelenggarakan International Workshop on Asian Heritage (IWAH) 2025 bertema “Weaving The Future: Asian Heritage, Creativity and Cultural Sustainability” pada 24–27 November 2025 di Kawasan Pusaka Kota Surakarta. Kegiatan ini melibatkan peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Belanda sebagai bagian dari penguatan jejaring internasional dalam upaya pelestarian warisan budaya perkotaan.
Surakarta dipilih sebagai lokasi kegiatan karena statusnya sebagai Kota Kreatif nasional melalui program KaTa Kreatif Indonesia (2019) dan sebagai anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) subsektor Craft and Folk Art sejak 2023. Reputasinya sebagai kota pusaka hidup yang memadukan tradisi dan kreativitas modern menjadikan Surakarta contoh penting dalam pembangunan kota yang berorientasi pada pelestarian budaya.
IWAH merupakan agenda dua tahunan yang telah berlangsung sejak 2015, diinisiasi oleh konsorsium perguruan tinggi Asia Tenggara, yaitu RMUTT dan MSU Thailand, UTM Malaysia, HUCE Vietnam, serta Program Studi Arsitektur FT UNS sebagai satu-satunya wakil Indonesia. Tahun ini, kegiatan diikuti 82 peserta yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, dan praktisi, dengan rangkaian berupa sesi daring, kunjungan situs pusaka, serta studio perancangan di empat klaster heritage Surakarta: Laweyan, Kauman, Ngarsopuro, dan Pecinan.

Ketika ditemui awak media, Dr. Mongkol Khan selaku Director IWAH menyampaikan bahwa kegiatan ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan observasi langsung ke komunitas kota sehingga mereka dapat belajar secara nyata tentang upaya menjaga warisan Asia.
“Workshop ini membawa mahasiswa langsung ke komunitas kota agar mereka belajar dari pengalaman nyata bagaimana menjaga warisan Asia. Surakarta menjadi contoh penting di mana seluruh lapisan kota berjalan bersama dalam menjaga heritage untuk masa depan,” ujar Mongkol.

Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si, M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS menegaskan bahwa UNS dipercaya menjadi host pada IWAH 2025 yang menjadi ruang strategis untuk melakukan riset kolaboratif serta memperkuat dan memperluas jejaring penelitian dan pengabdian internasional.
“Ini merupakan penyelenggaraan keenam dan UNS dipercaya sebagai host karena kiprah Surakarta sebagai UNESCO Creative City. IWAH menjadi ruang strategis untuk riset kolaboratif, serta penguatan jejaring penelitian dan pengabdian internasional,” jelas Prof. Fitria.
Dr. Eng. Kusumaningdyah Nurul Handayani, S.T., M.T., salah satu pembicara utama dari UNS menyampaikan bahwa kota-kota di wilayah Asia Tenggara memiliki isu yang sama, yaitu gentrifikasi dan modernisasi. Di mana, pada kegiatan ini, dapat menjadi ruang belajar bersama untuk tetap menjaga warisan kota.

“Kota-kota di Asia Tenggara memiliki persoalan serupa terkait gentrifikasi dan modernisasi. Forum ini menjadi ruang belajar bersama agar kawasan kota tetap modern tanpa kehilangan identitas budaya,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Ir. Fauzan Ali Ikhsan, S.T., M.T. Kepala Program Studi Arsitektur FT UNS menambahkan, kegiatan ini merupakan pengalaman emas bagi mahasiswa yang dapat menambah wawasan terutama terkait pelestarian heritage hingga di masa mendatang.
“Pengalaman lapangan ini menyiapkan mahasiswa dalam pelestarian heritage di masa depan. Hal ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas profesional muda agar mampu mengintegrasikan aspek teknis, sosial, dan historis dalam konservasi kota pusaka,” ujar Fauzan.
IWAH 2025 diharapkan menjadi platform strategis dalam membangun pemahaman baru mengenai warisan budaya sebagai fondasi kreativitas yang produktif dan berdaya saing global. Melalui kegiatan ini, FT UNS menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi internasional dan riset lintas negara di bidang pelestarian pusaka Asia. Inisiatif ini sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).Humas FT UNS.




