
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) kembali melahirkan lulusan doktoral melalui Yudisium Promosi Doktor yang dilaksanakan pada Selasa (21/04/2026) di Ruang Multimedia FT UNS. Dr. Sukarman resmi dinyatakan lulus dari Program Studi Doktor Ilmu Teknik Mesin setelah sebelumnya berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Tertutup pada Senin (06/04/2026) di Ruang Sidang Senat FT UNS. Ia menyelesaikan masa studinya selama 3 tahun 8 bulan dengan IPK 3,83 dan meraih predikat Cumlaude.
Dr. Sukarman diketahui merupakan dosen tetap pada Program Studi Teknik Mesin Universitas Buana Perjuangan Karawang, sehingga capaian ini sekaligus memperkuat kontribusi akademisi dalam pengembangan riset terapan di bidang teknik mesin.
Disertasi berjudul “Peningkatan Kinerja Termal Nanofluida Biner TiO₂–SiO₂/MEG-DW pada Sistem Pendinginan Plastic Injection Molding” ini dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Budi Kristiawan, S.T., M.T. selaku promotor serta Prof. Dr. Ir. Eko Prasetya Budiana, S.T., M.T. sebagai ko-promotor. Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan nanofluida biner berbasis komposit TiO₂–SiO₂ dalam campuran monoethylene glycol dan deionized water (MEG–DW) sebagai fluida kerja alternatif untuk meningkatkan kinerja sistem pendinginan industri.
Riset ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan industri manufaktur terhadap sistem pendinginan yang lebih efisien dan stabil, khususnya pada proses plastic injection molding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanofluida yang dikembangkan mampu meningkatkan konduktivitas termal dibandingkan fluida dasar, dengan stabilitas dispersi yang baik.

Pengujian pada sistem Shell-and-Tube Heat Exchanger (STHE) juga menunjukkan peningkatan signifikan pada performa perpindahan panas. Kondisi optimum diperoleh pada formulasi tertentu yang memberikan keseimbangan antara peningkatan kinerja termal dan efisiensi operasional sistem pendinginan.
Dr. Sukarman menjelaskan bahwa penggunaan campuran air dan glikol pada radiator cenderung menurunkan performa termofisika, sehingga diperlukan inovasi berupa penambahan nanopartikel dalam bentuk nanofluida agar kinerjanya meningkat dan dapat diaplikasikan pada kendaraan berat di industri pertambangan.
“Radiator pada umumnya menggunakan fluida berbasis air yang dicampur dengan glikol. Namun, keberadaan glikol dapat menurunkan sifat termofisika fluida tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penambahan nanopartikel yang dikenal sebagai nanofluida, sehingga berpotensi untuk diaplikasikan pada kendaraan berat, khususnya di sektor pertambangan.” ungkap Dr. Sukarman.
lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penggunaan nanopartikel titanium dioksida dan silikon dioksida dalam jumlah terbatas mampu meningkatkan performa mesin tanpa menyebabkan kenaikan biaya yang signifikan.

“Nanopartikel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis yang relatif murah, yaitu titanium dioksida dan silikon dioksida, dengan komposisi penggunaan maksimal 3%. Dengan demikian, kenaikan biaya yang terjadi tidak signifikan, namun mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan performa mesin. Secara keseluruhan, dari sisi biaya tidak mengalami peningkatan yang berarti, tetapi dari sisi performa menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Buana Perjuangan Karawang, Dr. H. Budi Rismayadi, S.E., M.M. menyampaikan harapan agar lulusan doktor dapat meningkatkan kualitas institusi sekaligus menjadi motivasi untuk memperkuat pengembangan riset, serta membuka peluang kerja sama berkelanjutan dengan UNS.
“Kami berharap bahwa doktor-doktor yang dilahirkan di UBP Karawang ini tentu bisa meningkatkan kualitas kami. ini juga jadi motivasi buat kami semua ya untuk bisa terus meningkatkan penelitian. terimakasih atas bimbingan para promotor mungkin bisa nanti dilanjutkan dengan kerjasama antara UBP Karawang dengan UNS ini.” ujar Rektor UBP Karawang.

Capaian ini menegaskan komitmen FT UNS dalam menghasilkan lulusan doktor yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi industri, khususnya dalam peningkatan efisiensi energi dan sistem manufaktur.
Sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, penelitian ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui peningkatan efisiensi energi, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi teknologi manufaktur, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Humas FT UNS.




