
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) kembali melaksanakan Yudisium Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Teknik Sipil pada Senin (20/04/2026) di Ruang Sidang Senat Gedung Ir. RPM. Kasifudin FT UNS. Pada kesempatan tersebut, Zulmahdi Darwis resmi dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan serta perolehan IPK 3,70.
Dalam disertasinya yang berjudul “Metode Perkuat Kolom Bambu Laminasi dengan Pelat Baja dan Resin Epoksi”, Dr. Zulmahdi yang merupakan dosen aktif di Program Studi Teknik Sipil Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat isu penting terkait kebutuhan material konstruksi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan kayu sebagai bahan utama konstruksi, sementara kebutuhan material bangunan terus meningkat. Bambu dipilih sebagai alternatif karena memiliki pertumbuhan cepat dan sifat mekanik yang baik, meskipun masih memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperkuat.
Disertasi ini dibimbing oleh Dr. Achmad Basuki, S.T., M.T. sebagai promotor, serta Muhammad Yani Bhayusukma, S.T., M.T., Ph.D. dan Prof. S. A. Kristiawan, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai co-promotor. Penelitian berfokus pada pengembangan metode perkuatan kolom bambu laminasi menggunakan pelat baja dan resin epoksi untuk meningkatkan kapasitas tekan serta mengendalikan pola kerusakan struktur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode perkuatan yang dikembangkan mampu meningkatkan kapasitas beban aksial kolom, baik pada kolom pendek maupun kolom langsing. Pada kolom pendek, perkuatan dengan resin epoksi pada bagian tertentu menghasilkan performa terbaik dengan peningkatan kuat tekan yang signifikan. Sementara pada kolom langsing, seluruh variasi perkuatan terbukti meningkatkan kapasitas beban hingga lebih dari 28% dibandingkan tanpa perkuatan. Selain itu, perkuatan juga mampu mengendalikan pola kegagalan struktur sehingga lebih aman dan terprediksi.

Dalam penelitiannya, Dr. Zulmahdi menjelaskan bahwa bambu yang digunakan adalah bambu jenis petung yang memiliki karakteristik unggul dibandingkan jenis lainnya.
“bambu yang digunakan dalam penelitian ini adalah bambu petung dengan alasan mempunyai ketebalan yang lumayan tebal dibandingkan jenis bambu lainnya” Jelas Dr. Zulmahdi.
Ia juga menambahkan bahwa bambu petung memiliki keunggulan dari sisi kekuatan mekanik, khususnya pada uji tarik.
“kemudian bambu petung ini mempunyai kelebihan juga yaitu kekuatan mekaniknya uji tarik bambu petung ini lumayan bagus” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Eng. Ir. Bobby Kurniawan, S.T., M.T., IPU selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik UNTIRTA turut hadir dan memberikan ucapan selamat.
“Untuk Dr. Zulmahdi, kami dari Fakultas Teknik UNTIRTA mengucapkan selamat, sekali lagi selamat. Semoga ilmunya berkah. nanti setelah pak Dr. Zulmahdi kembali ke Fakultas Teknik bisa melakukan kembali tugas tri dharma dengan membawa semangat keberkahan atas gelar doktornya” ujar Dr. Bobby.

Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan material konstruksi berbasis bambu laminasi sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini juga membuka peluang pemanfaatan bambu sebagai material struktur yang lebih kuat, adaptif, dan aplikatif di masa depan.
Melalui capaian ini, Fakultas Teknik UNS terus mendorong inovasi di bidang material konstruksi yang tidak hanya kuat dan efisien, tetapi juga ramah lingkungan. Penelitian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi material konstruksi, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan pemanfaatan sumber daya terbarukan seperti bambu untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Humas FT UNS.




