
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) memperkuat kolaborasi dengan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk melalui penandatanganan perjanjian kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, dan penguatan sumber daya manusia kendaraan listrik. Penandatanganan berlangsung di Gedung Ir. R.P.M. Kasifudin FT UNS, Jumat (21/8/2026), sebagai bagian dari rangkaian CEO Talk #9 FT UNS.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kompetensi akademik FT UNS dengan kebutuhan industri mobilitas listrik. Ruang lingkup kerja sama mencakup pendidikan dan pengajaran melalui guest lecture, program magang, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, kunjungan industri, serta pembelajaran berbasis proyek.
Di bidang penelitian dan pengembangan, kolaborasi diarahkan pada pengembangan teknologi kendaraan listrik, khususnya modul dan paket baterai, Battery Management System (BMS), sistem pengelolaan suhu baterai, keselamatan baterai, serta integrasi baterai pada bus dan truk listrik. Kerja sama juga membuka peluang pengembangan prototipe, proyek percontohan, hingga hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian.
Dekan FT UNS, Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan industri menjadi penting untuk memastikan kompetensi dan hasil riset perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan kerja sama ini menjadi milestone untuk menghadirkan teknologi kendaraan listrik sebagai solusi nyata bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan baru bagi para engineer, khususnya Fakultas Teknik,” ujar Prof. Wahyudi.

Kerja sama FT UNS dan VKTR juga sejalan dengan upaya mendorong pengembangan transportasi rendah emisi di Kota Surakarta. Sebelumnya, FT UNS telah melakukan kajian terkait pengembangan transportasi umum berbasis energi baru dan terbarukan melalui program kolaborasi internasional.
Prof. Wahyudi menilai keberadaan kendaraan listrik dapat memberikan manfaat tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga efisiensi operasional dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia. FT UNS memiliki sejumlah kepakaran yang relevan, mulai dari teknologi baterai, kendaraan listrik, sistem energi, hingga infrastruktur pengisian daya.
“UNS punya kompetensi operasi dan maintenance kendaraan listrik, teknologi baterai, dan charging. Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari milestone kerja sama antara VKTR, pemerintah kota, UNS, dan operator,” tambahnya.
Melalui kerja sama ini, FT UNS dan VKTR diharapkan dapat memperluas ruang kolaborasi dari pendidikan dan penelitian menuju penerapan teknologi di lapangan. Sinergi perguruan tinggi dan industri tersebut sekaligus menjadi upaya menyiapkan talenta teknik yang mampu menjawab kebutuhan perkembangan industri mobilitas listrik nasional.
Kerja sama ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan pendidikan, inovasi teknologi kendaraan listrik, pengembangan transportasi berkelanjutan, serta kemitraan antara perguruan tinggi dan industri.
Humas FT UNS.




