
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) melalui Center for Engineering Education (CEE) menyelenggarakan Workshop Penguatan Well-Being Sivitas Akademika melalui Relasi Dosen–Mahasiswa yang Positif pada Rabu (08/07/2026) di Ruang Seminar Utama Gedung Ir. RPM. Kasifudin FT UNS. Kegiatan ini diikuti dosen pembimbing akademik (DPA), perwakilan organisasi mahasiswa, serta mahasiswa sebagai upaya memperkuat kualitas pendampingan akademik dan menciptakan lingkungan belajar yang sehat.
Workshop menghadirkan tiga narasumber, yaitu Lusi Nuryanti, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog. dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, Dr. Ir. Rahmaniyah Dwi Astuti, S.T., M.T., dosen Teknik Industri FT UNS, serta Ir. Feri Adriyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FT UNS.
Dalam sambutannya, Dekan FT UNS, Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan perguruan tinggi menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung perkembangan mahasiswa.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini Fakultas Teknik dapat menjadi tempat pembelajaran yang semakin nyaman. Dosen pembimbing akademik mampu mengawal potensi mahasiswa dengan baik melalui relasi yang positif dan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Prof. Wahyudi.
Pada sesi pertama, Lusi Nuryanti menjelaskan bahwa mahasiswa saat ini, khususnya generasi Z, menghadapi tantangan berupa tingginya kecemasan akademik (high performance anxiety) serta lebih menghargai komunikasi yang jujur, empatik, dan setara. Menurutnya, dosen perlu menerapkan pendekatan komunikasi yang adaptif melalui penjelasan tujuan pembelajaran, pemberian umpan balik yang cepat, serta dialog yang interaktif agar tercipta hubungan belajar yang lebih positif.
“Semua kejadian yang kita alami pada dasarnya bersifat netral. Apakah menjadi pengalaman yang positif atau negatif sangat bergantung pada cara kita memaknainya,” jelas Lusi.


Selanjutnya, Dr. Rahmaniyah Dwi Astuti membahas peran strategis dosen pembimbing akademik dalam mendampingi mahasiswa. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terjadwal sejak awal, pertengahan, hingga akhir semester, disertai pendampingan yang profesional melalui empati, dokumentasi yang baik, serta kolaborasi dengan berbagai pihak ketika menghadapi persoalan mahasiswa.
Sementara itu, Ir. Feri Adriyanto menyampaikan bahwa dosen pembimbing akademik memiliki peran penting dalam mengarahkan perkembangan mahasiswa, baik pada aspek akademik maupun nonakademik. Pendampingan yang berkesinambungan diharapkan mampu membantu mahasiswa mengembangkan potensinya secara optimal dan mencapai tujuan akademik yang telah ditetapkan.

Melalui workshop ini, FT UNS terus berkomitmen membangun budaya akademik yang inklusif, suportif, dan berorientasi pada kesejahteraan sivitas akademika. Penguatan hubungan positif antara dosen dan mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus mendukung keberhasilan mahasiswa selama menempuh studi.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan kesejahteraan mental sivitas akademika, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berpusat pada mahasiswa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
Humas FT UNS.




