
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Seminar Nasional ICSEMAR 2026 bertajuk Robotics for Sustainable World, Rabu (07/10/2026), di Ruang Seminar Utama Gedung Ir. RPM Kasifudin FT UNS. Kegiatan ini menghadirkan I Wayan Agus Darmawan, S.T., Lead Robotic Engineer PT Ezra Robotics Teknologi, sebagai narasumber.
Seminar dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FT UNS Ir. Feri Adriyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, Ir. Feri menyampaikan bahwa perkembangan robotika telah membentuk ekosistem teknologi yang mengintegrasikan artificial intelligence, sensor, embedded sysitem, computer vision, sistem otonom, dan berbagai teknologi digital lainnya.
Menurutnya, perkembangan tersebut membuka peluang untuk menghadirkan teknologi yang semakin cerdas, aman, efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Robot cerdas dapat dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan berisiko tinggi, melakukan inspeksi infrastruktur dan sistem kelistrikan, mendukung penyelamatan dan tanggap bencana, hingga meningkatkan efisiensi proses industri.
Ir. Feri menekankan bahwa mahasiswa perlu melihat teknologi tidak hanya dari sisi bagaimana teknologi dibuat, tetapi juga memahami tujuan pemanfaatan, pihak yang menerima manfaat, serta kontribusinya terhadap masyarakat dan lingkungan.
“Mahasiswa Fakultas Teknik harus mampu melihat teknologi bukan hanya dari sisi bagaimana teknologi tersebut dibuat, tetapi juga untuk apa teknologi tersebut digunakan, siapa yang mendapatkan manfaat, serta bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan kata lain, kita tidak hanya menghasilkan pengguna teknologi, tetapi juga technology creators dan innovators,” ujarnya.

Memasuki sesi pemaparan, I Wayan Agus Darmawan menjelaskan perkembangan robotika dan penerapannya di berbagai sektor. Ia menyampaikan bahwa sekitar lima juta robot industri telah bekerja di berbagai pabrik di seluruh dunia, dengan sekitar 600 ribu unit di antaranya merupakan instalasi baru pada 2025.
Menurutnya, penggunaan robot saat ini tidak terbatas pada lingkungan manufaktur. Robot telah dikembangkan dan dimanfaatkan di berbagai bidang, seperti rumah sakit, pertanian, pembangkit listrik, hingga lingkungan laut. Bentuknya pun beragam, mulai dari lengan robot, robot beroda, robot berkaki, drone, robot air, perangkat wearable, robot medis, hingga robot humanoid.
“Robot yang cerdas bukan hanya mampu mengulangi gerakan yang sama, tetapi juga mampu beradaptasi ketika lingkungan di sekitarnya berubah,” jelas I Wayan.
lebih lanjut, I Wayan menjelaskan bahwa robot pada dasarnya merupakan mesin yang mampu merasakan lingkungan, menentukan tindakan yang perlu dilakukan, kemudian bertindak di dunia fisik secara mandiri maupun sebagian mandiri.

Ia membedakan mesin otomatis dengan robot cerdas. Mesin dapat melakukan gerakan yang sama secara berulang, sedangkan robot cerdas memiliki kemampuan untuk beradaptasi ketika kondisi lingkungan berubah.
“Pada dasarnya, robot merupakan mesin yang mampu merasakan lingkungan di sekitarnya, menentukan tindakan yang perlu dilakukan, kemudian bertindak di dunia fisik secara mandiri maupun sebagian mandiri. Hal yang membedakan robot cerdas dengan mesin otomatis adalah kemampuannya untuk beradaptasi ketika kondisi lingkungan berubah,” tambahnya.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa robotika tidak lagi sekadar berkaitan dengan otomatisasi gerakan, tetapi juga kemampuan sistem untuk memahami lingkungan dan mengambil keputusan sesuai kondisi yang dihadapi.

Melalui Seminar Nasional ICSEMAR 2026, FT UNS mendorong mahasiswa untuk memahami perkembangan robotika secara lebih luas sekaligus melihat peluang penerapannya dalam menyelesaikan persoalan nyata. Kegiatan ini diharapkan dapat memunculkan gagasan baru yang dapat dikembangkan menjadi penelitian, tugas akhir, kompetisi, maupun inovasi teknologi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut turut mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan wawasan dan pembelajaran mahasiswa mengenai perkembangan teknologi robotika, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengenalan dan pengembangan teknologi robotika, kecerdasan buatan, serta sistem otonom untuk mendukung inovasi berkelanjutan.
Humas FT UNS.




