Workshop Pembekalan Program Doktor untuk Dosen Muda Fakultas Teknik UNS oleh Prof. Dr. Ismail Bin Said UTM

20 May, 2022

FT-UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama dengan Faculty of Built Environment and Surveying (FABU) Universitas Teknologi Malaysa (UTM) kembali mengadakan kegiatan workshop untuk dosen muda yang berjudul “Readiness and Attitudes of Young Docents to PhD Journey”. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Ismail Bin Said Program Arsitektur Lansekap, FABU UTM. Beliau merupakan salah satu visiting professor di lingkungan Fakultas Teknik UNS pada Program Studi Arsitektur UN. Kegiatan terlaksana pasa hari Senin, 18/04/2022. Workshop ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan akademik Fakultas Teknik UNS yaitu Dr. Techn. Ir. Sholihin As'ad, M.T. selaku Dekan FT UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D selaku Wakil Dekan 1, Prof. Dr. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si. selaku Wakil Dekan 2, Dr. Titis Srimuda Pitana, M.Trop.Arch selaku Wakil Dekan 3, dengan diikuti oleh 15 peserta dosen muda dari FT UNS serta beberapa peserta luar.

Menurut Prof. Dr. Ismail Bin Said, gelar Doktor merupakan suatu keharusan dalam dunia pengajaran dan pembelajaran karena pengetahuan baru adalah penting untuk seorang pengajar serta untuk melakukan penelitian pada level pascasarjana.

Perjalanan yang dilakukan seorang Doktor bukanlah terobosan ia adalah proses berpikir analitis dan kritis yang berkaitan dengan keseharian. Menempuh studi program Doktor berarti menempatkan diri kita ke dalam dunia untuk menyelidiki ide-ide baru dan pengetahuan tentang suatu subjek serta untuk mendapatkan pengetahuan baru sehingga kita dapat menghubungkan bidang penelitian yang kita lakukan dengan orang lain.

Ada beberapa hal penting dimiliki oleh seseorang dengan gelar Doktor tersebut yaitu Curiosity and Inquisitiveness, Explorative in Theory and Empirical, Consistent and Diligence, dan Focus. Berikut ulasan terkait poin penting tersebut pertama tentang rasa penasaran dan keingintahuan dimana rasa ingin tahu adalah karakter yang memotivasi seorang untuk mengajukan pertanyaan. Dengan kata lain keingintahuan dapat menerangi dunia kita dan mengarahkan kita ke arah yang baru. Karena bertanya adalah ciri khas keingintahuan. Kedua yaitu eksploratif yang berarti ia mengumpulkan berbagai informasi lalu menghubungkannya. Relevansi konseptual ini terkait topik penyelidikan tertentu lalu mengevaluasi pekerjaan dengan menunjukkan hubungan antara pekerjaan yang berbeda, serta menunjukkan bagaimana hubungannya dengan pekerjaan kita. Ketiga yaitu perlunya konsisten karena dibutuhkan semangat untuk memecahkan masalah yang sulit. Perjalanannya tidak berat bila peneliti konsisten dalam upayanya untuk mencapai solusi. Ujungnya adalah rasa tanggung jawab untuk membantu umat manusia. Terakhir yaitu fokus dimana kita perlu menargetkan sesuatu untuk menyelesaikan masa program Doktor.

Benang merah dari yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ismail Bin Said melalui workshop ini yaitu kualitas dan sikap yang perlu dimiliki mahasiswa program Doktor meliputi proses menuntut ilmu secara sungguh-sungguh, dapat menciptakan mahakarya, mengadakan demonstrasi akan sesuatu penelitian, memperbanyak literatur, menulis, dan tidak enggan membagikan, mengadakan sharing session dengan seseorang yang ahli di bidangnya, rasa keingintahuan dengan mengajukan pertanyaan, serta menyimpan bibliografi beranotasi.

“Program Doktor untuk Dosen muda adalah suatu keharusan untuk mendukung akselerasi karier kita untuk mendapatkan gelar guru besar (professorship). Tentunya hal ini khususnya pada akan memberikan banyak pengalaman. Kita perlu mentransformasi, mengembangkan, dan menentukan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penelitian pendidikan dan pengabdian masyarakat” pungkas Prof. Dr. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si. selaku Wakil Dekan 2 Fakultas Teknik UNS.

Humas FT/AP. Editor/ KNH