Fakultas Teknik UNS

MERDEKA BELAJAR

Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM) merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan kebudayaan yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Bagi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret yang ingin mengikuti program ini dapat mendownload form dibawah ini :

Download Form

Pendaftaran Inbound FT UNS dari Universitas Brawijaya, klik disini Daftar Sekarang



8 Kegiatan Pembelajaran di Luar Kampus

1. Magang/Praktik Industri

Merujuk Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 yang mendefinisikan praktik kerja profesi sebagai salah satu bentuk pembelajaran kampus merdeka yang dapat dilakukan di luar program studi. Program praktik kerja profesi diharapkan dapat memberikan pengalaman kontekstual lapangan yang akan meningkatkan kompetensi mahasiswa secara utuh, siap kerja, atau menciptakan lapangan kerja baru. Program praktik kerja profesi juga diharapkan dapat memberikan pengayaan wawasan dan keterampilan untuk mempersiapkan dan menciptakan SDM Indonesia yang unggul terutama dalam menghadapi persaingan global.

2. Proyek di Desa

Proyek membangun desa merupakan wahana penerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, dilaksanakan di luar kampus, dalam waktu, mekanisme kerja, dan persyaratan tertentu. Oleh karena itu, kegiatan dan pengelolaan proyek membangun desa tersebut menjamin adanya "keterkaitan" antara dunia akademik yang teoritik dengan dunia nyata. Selain membangun kepribadian mahasiswa, program membangun desa juga bertujuan untuk mengembangkan institusi dan memberdayakan mahasiswa serta masyarakat.

3. Pertukaran Pelajar

Kegiatan pembelajaran dalam program studi lain pada perguruan tinggi yang berbeda dapat dilakukan secara tatap muka atau dalam jaringan (daring). Pembelajaran yang dilakukan secara daring dengan ketentuan mata kuliah yang ditawarkan harus mendapat pengakuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan pembelajaran khususnya pertukaraan mahasiswa dapat dilaksanakan di semester antara. Mahasiswa mengambil maksimal 9 sks pada semester antara.

4. Penelitian/Riset

Mahasiswa diseleksi terlebih dahulu dan dikelompokkan berdasarkan minat riset yang akan ditekuni. Bentuk kegiatan mahasiswa didesain kolaboratif berbasis penyelesaian masalah, pemikiran kritis, dan pemikiran kreatif. Riset yang dilakukan melalui pengelompokkan penelitian sains teknologi (saintek) dan sosial humaniora (soshum).

5. Wirausaha

Kegiatan pembelajaran dalam proyek wirausaha terdiri atas proses seleksi, in class, dan out class. Pada bagian bentuk kegiatan sudah dijelaskan masing masing rancangan pembelajaran untuk in dan out class. Mahasiswa akan mengikuti seleksi sebelum mengikuti program kewirausahaan. Kelayakan mahasiswa untuk dapat mengikuti proyek wirausaha dinilai dari kualitas proposal dengan cara desk evaluation dan wawancara.

6. Studi/Proyek Independen

Kegiatan proyek independen yang komprehensif ini dapat memberi ruang mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan untuk melihat dan memahami permasalahan yang dihadapi secara langsung oleh masyarakat, lingkungan, bangsa dan negara. Indikator capaian proyek independen selanjutnya adalah kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis atas permasalahan yang berkembang. Memadukan antara teori yang selama ini ada dengan kondisi empiris Gambaran umum kegiatan proyek independen ini adalah memberikan pengalaman secara langsung dalam mempraktikkan kemampuan teorinya untuk diimplementasikan dalam mengatasi dan memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi.

7. Proyek Kemanusiaan

Proyek kemanusiaan mengutamakan nilai kemanusiaan dan menjadikan indikator-indikator kemanusiaan dalam menjalankan tugas keagamaan meningkatkan moral baik, dan menjunjung tinggi nilai etika di masyarakat.

8. Mengajar di Sekolah

Asistensi mengajar di satuan pendidikan merupakan program/kegiatan asistensi yang membersamai guru pamong di sekolah formal maupun non formal sebagai pendamping pembelajaran. Mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung dalam berinteraksi di sekolah bersama guru/pamong, sekolah, siswa, dan sistem kurikulum yang dikembangkan di sekolah tersebut. Mahasiswa memperoleh informasi autentik dan kontekstual sehingga meningkatkan kompetensi paedagogik, profesional, pribadi, dan sosial.