
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) menyelenggarakan CEO Talk #8 Edisi Spesial untuk para Dosen pada Kamis, (11/06/2026) di Ruang Seminar Utama Gd. Ir. RPM . Kasifudin FT UNS. Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Fakultas Teknik di Era PTN-BH yang Entrepreneurial, Kolaboratif, dan Taat Regulasi” ini menghadirkan Ir. Buntoro Setiomulyo, Founder dan CEO PT Mega Andalan Kalasan (MAK), penerima Ganesa Widya Jasa Aditama sekaligus salah satu tokoh industri manufaktur nasional yang produknya telah dikenal di berbagai negara. Forum ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan perspektif akademik dan industri secara langsung di hadapan para dosen FT UNS.
Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik UNS, Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU. Dalam sambutannya, Prof. Wahyudi menegaskan bahwa transformasi FT UNS tidak cukup hanya dilakukan melalui perubahan struktur atau kebijakan, melainkan harus dimulai dari perubahan cara berpikir setiap individu. Ia menyebut PT Mega Andalan Kalasan sebagai contoh nyata bagaimana visi, konsistensi, dan kolaborasi mampu mengubah sebuah usaha manufaktur menjadi perusahaan kelas dunia.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan budaya kerja yang produktif. Mudah-mudahan ada peluang untuk mengembangkan teaching industry, hilirisasi riset, serta model kemitraan strategis yang saling menguntungkan antara perguruan tinggi dan industri,” ujar Prof. Wahyudi.
Sebagai narasumber utama, Ir. Buntoro Setiomulyo memaparkan perjalanan PT MAK sejak didirikan pada 18 Agustus 1997 hingga berkembang menjadi ekosistem industri dengan lebih dari 1.000 karyawan dan valuasi mencapai Rp2,5 triliun. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut merupakan akumulasi dari fondasi yang kuat, diversifikasi anak perusahaan, penerapan ESG, transformasi budaya, hingga ekspansi ekspor ke Jepang, Australia, Amerika, dan Eropa.
Ir. Buntoro juga menekankan pentingnya transformasi budaya sebagai fondasi utama pertumbuhan organisasi. Menurutnya, budaya jauh lebih menentukan daripada strategi. Di PT MAK, hal ini diwujudkan melalui program Mega Andalan Habit Academy (MAHA) dan gerakan agent of change berbasis prinsip what you do is who you are sebuah pendekatan yang menurutnya sangat relevan untuk diterapkan di lingkungan perguruan tinggi.
“Culture over strategy, apapun strateginya, boleh saja strategi hebat. Tapi kalau culture-nya tidak mendukung, itu tidak bisa. Harus ada usaha yang terarah untuk melakukan transformasi budaya,” ujar Ir. Buntoro.

Sesi diskusi yang berlangsung terbuka mempertemukan para dosen dengan Ir. Buntoro untuk membahas berbagai peluang konkret kolaborasi, mulai dari program magang, capstone design, hingga riset bersama di bidang alat kesehatan dan hilirisasi produk industri. Ir. Buntoro menyatakan bahwa pintu PT MAK terbuka lebar untuk mahasiswa maupun dosen yang ingin mengenal dunia industri secara langsung.
Melalui kegiatan ini, FT UNS akan terus berkomitmen membangun ekosistem akademik yang adaptif, entrepreneurial, dan kolaboratif, senantiasa membuka ruang dialog yang bermakna antara dunia kampus dan dunia industri, serta mendorong lahirnya inovasi yang berdampak nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas dosen dan pengembangan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui dorongan inovasi serta hilirisasi hasil riset, dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menciptakan ekosistem pendidikan dan inovasi yang berkelanjutan.
Humas FT UNS.




