
FT UNS – Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) melalui Urban Rural Design & Conservation Laboratory (URDC) berkolaborasi dengan mahasiswa Rotterdam University of Applied Sciences (RUAS), Belanda, melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat internasional di Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar selama semester ganjil 2025. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan potensi desa berbasis pertanian, lingkungan, dan warisan budaya (heritage) melalui pendekatan partisipatif bersama masyarakat.
Program diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) pada 29 November 2025 yang melibatkan warga dan kelompok tani untuk melakukan pemetaan potensi desa menggunakan metode Green Map. Sebanyak 15 peserta bersama tim pengabdian mengidentifikasi kawasan pertanian, elemen heritage, serta berbagai aset yang berpotensi mendukung pengembangan Desa Gentungan sebagai desa wisata. Hasil pemetaan kemudian disusun menjadi peta potensi kawasan sebagai dasar pengembangan desa secara berkelanjutan.
Selain pemetaan, tim juga mendokumentasikan aktivitas panen bersama Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar dan Wakil Bupati Karanganyar menjadi video profil desa. Berbagai media edukasi, seperti poster pengelolaan air, teknologi tepat guna, dan rumah tradisional Jawa, turut disusun untuk memperkenalkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan dan budaya.
Kolaborasi lintas disiplin juga diwujudkan bersama mahasiswa Teknik Mesin FT UNS melalui penerapan teknologi tepat guna, seperti filtrasi air sederhana, panel surya, biochar, dan alat penggiling padi. Teknologi tersebut dikenalkan kepada masyarakat sebagai solusi sederhana yang dapat mendukung aktivitas pertanian dan kehidupan sehari-hari.

Salah satu kegiatan utama adalah SEMARAK 2025 (Srawung Marang Tani Cilik) di Rumah Tani Embung Setumpeng. Melalui kegiatan ini, anak-anak mengikuti pembelajaran interaktif mengenai pertanian dan lingkungan melalui pemutaran video, permainan edukatif, pameran poster, hingga workshop pembuatan filtrasi air sederhana menggunakan bahan-bahan yang ditemukan melalui konsep scavenger hunt. Workshop tersebut dipandu bersama mahasiswa RUAS, Joost Groothuijse, sehingga peserta juga memperoleh pengalaman belajar dalam suasana kolaborasi internasional.
“Saya rasa anak-anak belajar lebih banyak tentang pertanian dan air bersih dengan cara yang menyenangkan. Poster-poster yang ada memberikan informasi bermanfaat, tetapi bagian terbaiknya adalah saat mereka membuat filter air sendiri. Menggabungkan teori dengan praktek langsung membuat pelajaran ini jauh lebih membekas,” ungkap Joost.
Rangkaian kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai pengelolaan lingkungan, konservasi air, dan pentingnya menjaga potensi pertanian serta heritage desa. Seluruh hasil pemetaan kemudian dipresentasikan kembali kepada masyarakat melalui kegiatan diseminasi sebagai bahan rekomendasi pengembangan Desa Gentungan ke depan.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diampu oleh Dr. Eng. Kusumaningdyah Nurul Handayani, S.T., M.T. Kegiatan melibatkan mahasiswa RUAS, yakni Tijn Groot, Ilias Ingelse, Kiki de Weerd, dan Joost Groothuijse, bersama mahasiswa FT UNS, yaitu Ammar Najmuddin Sayaf, Nailah Khansa Alifah, Rangga Yuda Pamungkas, Syecha Hazima Alaydrus, dan Yahya Ayyash.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi berbasis partisipatif, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pelestarian potensi heritage desa, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan kesadaran lingkungan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi internasional antara FT UNS, Rotterdam University of Applied Sciences, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.
Humas FT UNS




