
FT UNS – Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menghadirkan kegiatan akademik bertaraf internasional melalui program Visiting Professor yang digelar oleh Program Studi Teknik Mesin pada Rabu, (17/06/2026), di Ruang Multimedia Gedung IV FTUNS. Kali ini, FT UNS menyambut kehadiran Prof. Evangelos Pappas dari RMIT University, Australia, sebagai narasumber utama. Topik yang diangkat dalam kesempatan ini adalah “Digital Health and Medical Technology for Better Patient Outcomes“, sebuah materi yang mengupas tuntas perkembangan mutakhir teknologi kesehatan dan bagaimana inovasi digital dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan medis secara menyeluruh.
Dunia saat ini tengah dihadapkan pada berbagai tantangan serius di bidang kesehatan. Ketimpangan ekonomi dan tekanan lingkungan menjadi hambatan nyata yang membatasi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang layak di berbagai penjuru dunia. Kondisi inilah yang mendorong RMIT University untuk terus mengembangkan inovasi teknologi sebagai solusi konkret atas persoalan tersebut. Dalam pemaparannya, Prof. Evangelos menegaskan bahwa pengembangan teknologi kesehatan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi lintas disiplin ilmu.
“Kolaborasi antara para ahli dari bidang kesehatan, teknik, ilmu komputer, dan berbagai disiplin lainnya adalah kunci utama dalam menciptakan inovasi teknologi kesehatan yang benar-benar berdampak dan tepat sasaran,” ujar Prof. Evangelos Pappas.

Sejumlah inovasi unggulan yang telah dikembangkan oleh RMIT University turut dipaparkan dalam sesi ini, antara lain virtual health dan remote monitoring, yakni sistem yang memungkinkan pemantauan kondisi pasien secara jarak jauh menggunakan perangkat canggih. Selain itu, RMIT juga mengembangkan teknologi 3D printing untuk keperluan medis, mulai dari pembuatan perangkat medis hingga perawatan personalisasi seperti implan yang dirancang khusus sesuai kebutuhan pasien. Bidang riset unggulan RMIT di sektor medtech mencakup diagnostik generasi berikutnya yang bersifat real-time dan portabel, wearable pintar berbasis kecerdasan buatan, sistem pengiriman obat yang lebih canggih, serta inovasi di bidang kesehatan lansia dan solusi teknologi untuk mobilitas.
Prof. Evangelos juga menjelaskan bahwa Australia, khususnya Melbourne, merupakan salah satu pusat ekosistem medtech terkuat, di mana dukungan pemerintah dan kolaborasi antar institusi mendorong lahirnya perusahaan-perusahaan teknologi kesehatan baru yang inovatif. RMIT sendiri tercatat memiliki rata-rata pendanaan riset tahunan sebesar 14 juta dolar AS, dengan fasilitas riset mutakhir seperti Micronano Research Facility (MNRF) dan Aikenhead Centre for Medical Discovery. Program unggulan Discover to Device (D2D) menjadi bukti nyata komitmen RMIT dalam menjembatani temuan ilmiah dengan produk yang dapat diproduksi dalam skala besar.


“Kami percaya bahwa teknologi medis yang baik bukan hanya soal inovasi di laboratorium, tetapi bagaimana inovasi itu bisa menjangkau pasien, mengurangi biaya layanan kesehatan, dan menjawab tantangan kesehatan masyarakat secara luas,” tambah Prof. Evangelos.
Melalui kegiatan Visiting Professor ini, FT UNS mempertegas perannya sebagai jembatan antara dunia akademik dan perkembangan industri global. FT UNS akan terus berkomitmen untuk menghadirkan wawasan terdepan dari para pakar dunia, mendorong mahasiswa dan civitas akademika untuk berpikir lintas batas, serta aktif berkontribusi dalam menghasilkan inovasi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Hal ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Humas FT UNS.




