
FT UNS – Grup Riset Center for Research in Manufacturing System (CRiMS) Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi bertajuk Clean Cooking for Elderly bekerja sama dengan Elderly School of ‘Aisyiyah (ESA) Surakarta pada Rabu (15/07/2026). Kegiatan yang berlangsung di Griya Joglo DNA (DNA Spot Cafe), Kadipiro, Banjarsari, Surakarta ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam memanfaatkan kompor induksi sebagai teknologi memasak yang lebih aman, nyaman, dan ramah lingkungan.
Kegiatan dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Ir. Retno Wulan Damayanti, S.T., M.T., serta diikuti 33 peserta lansia dan dua kader pendamping. Program ini merupakan bagian dari komitmen FT UNS dalam mendukung pemanfaatan teknologi yang inklusif sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.
Dalam sambutannya, Prof. Retno menjelaskan bahwa penggunaan kompor induksi dapat menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan kompor konvensional karena tidak menggunakan api terbuka maupun gas.
“Kompor induksi tidak menggunakan api terbuka dan tidak memerlukan gas. Panas dihasilkan langsung pada panci melalui medan magnet sehingga risiko yang berkaitan dengan api maupun kebocoran gas dapat diminimalkan,” jelas Prof. Retno.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman masyarakat, khususnya lansia, terhadap penggunaan kompor induksi. Oleh karena itu, tim pengabdian menerapkan metode pembelajaran yang ramah lansia melalui penyampaian materi secara sederhana, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan dalam kelompok kecil agar peserta lebih mudah memahami setiap tahapan penggunaan kompor.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai prinsip kerja kompor induksi, pemilihan alat masak yang sesuai, langkah dasar pengoperasian, pengaturan tingkat panas, hingga berbagai fitur keselamatan yang dimiliki kompor induksi. Peserta juga diperkenalkan dengan cara sederhana untuk memastikan peralatan masak kompatibel dengan kompor induksi.
“Cara paling mudah adalah dengan menempelkan magnet pada dasar panci. Jika magnet menempel, berarti panci tersebut dapat digunakan pada kompor induksi. Sebaliknya, apabila magnet tidak menempel, sebaiknya menggunakan panci yang lain,” terang Prof. Retno.
Selain memperoleh materi, para peserta juga mempraktikkan secara langsung penggunaan kompor induksi dengan pendampingan dari tim pengabdian. Melalui sesi praktik tersebut, peserta diajak mengenal tahapan pengoperasian kompor secara aman sekaligus memahami berbagai fitur keselamatan yang tersedia sehingga lebih percaya diri dalam menggunakannya di rumah.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Diskusi yang terjalin menunjukkan meningkatnya pemahaman lansia mengenai teknologi clean cooking sekaligus membuka wawasan baru mengenai pentingnya penggunaan peralatan memasak yang aman dan efisien.
Melalui program ini, Grup Riset CRiMS FT UNS berharap pemanfaatan teknologi memasak bersih dapat semakin diterima oleh masyarakat, khususnya kelompok lansia. Edukasi ini juga menjadi bagian dari kontribusi FT UNS dalam mendukung transisi energi bersih melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi teknologi bagi masyarakat, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui pemberdayaan kelompok lansia agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Humas FT UNS.




