
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Pascasarjana dan Program Profesi Tahun Akademik 2026/2027, Selasa (1/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Utama Gedung Ir. R.P.M. Kasifudin FT UNS tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, fasilitas, serta berbagai potensi yang dapat dikembangkan selama menempuh pendidikan di FT UNS.
Tahun ini, sebanyak 175 mahasiswa mengikuti PKKMB yang terdiri atas mahasiswa program magister, doktor, serta Program Profesi Insinyur dan Profesi Arsitek. Mereka berasal dari S2 Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Kimia, Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Teknik Elektro; S3 Ilmu Teknik Sipil, Ilmu Teknik Mesin, dan Teknik Industri; serta Program Profesi Insinyur dan Profesi Arsitek.

Kegiatan dibuka oleh Dekan FT UNS, Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU. Dalam sambutannya, Prof. Wahyudi menekankan bahwa keberagaman latar belakang mahasiswa pascasarjana dan profesi merupakan kekuatan yang perlu dimanfaatkan untuk membangun kolaborasi.
Menurutnya, mahasiswa FT UNS memiliki kesempatan untuk memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia, baik kepakaran dosen, fasilitas laboratorium, grup riset, maupun jejaring kerja sama yang dimiliki fakultas dan universitas.
“Luruskan niat, utamakan untuk belajar. Manfaatkan seluruh fasilitas belajar yang ada, baik keberadaan dosen maupun berbagai fasilitas lainnya,” ujar Prof. Wahyudi.
Ia juga mendorong mahasiswa pascasarjana dan program profesi untuk tidak hanya berorientasi pada penyelesaian studi, tetapi mampu menghasilkan karya yang memiliki manfaat dan dampak nyata. Menurutnya, mahasiswa S2 dan S3 perlu memanfaatkan pengalaman serta jejaring yang dimiliki untuk memperkuat proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi.
“Karena Anda S2, Anda S3, punya arah dan keinginan untuk bukan hanya di dasar, tetapi juga membuktikan originalitas keinginan yang Anda kembangkan,” tambahnya.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi motivasi pendidikan pascasarjana yang disampaikan oleh Prof. Dr.Eng. Ir. Agus Purwanto, S.T., M.T. selaku Kepala PUI Teknologi Penyimpanan Energi Listrik UNS sekaligus peraih Indonesia Innovator Award 2026. Ia mengajak mahasiswa untuk melihat pendidikan pascasarjana sebagai proses membangun kapasitas peneliti sekaligus menghasilkan riset yang mampu memberikan dampak.
Prof. Agus menjelaskan bahwa tantangan bangsa semakin kompleks sehingga membutuhkan pendekatan lintas disiplin, sektor, dan skala. Karena itu, mahasiswa perlu sejak awal menentukan arah riset serta memahami persoalan yang hendak diselesaikan.

“Yang penting Anda melakukan penelitian sebaik-baiknya yang berimpak tinggi. Dalam riset harus ada novelty dan dampak, serta menikmati prosesnya,” ungkap Prof. Agus.
Ia juga menyoroti adanya valley of death, yaitu kesenjangan antara hasil penelitian dan penerapannya di masyarakat maupun pasar. Karena menurutnya, riset yang baik tidak cukup berhenti pada publikasi, tetapi perlu diarahkan agar dapat menjadi dasar bagi pengembangan dan adopsi solusi.
“Risetnya bagus, tetapi tidak bisa sampai ke pasar atau masyarakat. Di situlah terjadi valley of death antara riset dan adopsi,” tambahnya.

Melalui PKKMB ini, FT UNS mendorong mahasiswa baru untuk memanfaatkan keberagaman latar belakang, fasilitas akademik, kepakaran dosen, serta jejaring kolaborasi sebagai modal dalam menyelesaikan studi dan menghasilkan karya yang berdampak.
Kegiatan tersebut sekaligus mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas dan kualitas pendidikan tinggi, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui dorongan terhadap pengembangan riset dan inovasi yang berorientasi pada dampak.
Humas FT UNS.




