
FT UNS – Grup Riset SMARTCrete dan SMARTQuake Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Sosialisasi Mitigasi Bahaya Gempa dan Tsunami bagi Pelaku Jasa Konstruksi Sesuai SNI Gempa di Kabupaten Wonogiri”, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula DPUPR Kabupaten Wonogiri tersebut diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai unsur, meliputi perwakilan OPD, BPBD Kabupaten Wonogiri, konsultan perencana, kontraktor, serta staf DPUPR. Kegiatan dibuka oleh Kepala DPUPR Kabupaten Wonogiri, Ir. Prihadi Ariyanto, M.T., didampingi Sekretaris DPUPR Kabupaten Wonogiri.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Penguatan Grup Riset (HGR) UNS Tahun 2026 dengan dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS. Melalui kegiatan tersebut, FT UNS membagikan pengetahuan dan hasil riset di bidang rekayasa struktur, material konstruksi, ketahanan gempa, dan mitigasi bencana kepada para pelaku jasa konstruksi.
Perkuat Pemahaman Konstruksi Tahan Gempa

Kabupaten Wonogiri, khususnya wilayah selatan yang berbatasan dengan Samudra Hindia, memiliki potensi risiko gempa bumi dan tsunami. Kondisi tersebut mendorong pentingnya penguatan kesiapsiagaan, termasuk melalui penerapan prinsip konstruksi tahan gempa sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai prinsip bangunan tahan gempa, penerapan SNI 1726:2019, pemilihan dan pengendalian mutu material, detail konstruksi, serta pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan. Selain itu, sosialisasi juga membahas langkah mitigasi sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa maupun tsunami.

Tim FT UNS menekankan bahwa bangunan tahan gempa tidak berarti bangunan sama sekali tidak mengalami kerusakan saat gempa kuat. Hal yang lebih penting adalah mencegah keruntuhan secara tiba-tiba sehingga risiko korban jiwa dapat diminimalkan dan penghuni memiliki waktu untuk menyelamatkan diri.
Pemahaman tersebut menjadi penting bagi pelaku jasa konstruksi karena kualitas dan keamanan bangunan sangat dipengaruhi oleh proses pelaksanaan di lapangan. Kepatuhan terhadap standar, penggunaan material yang sesuai, detail struktur, serta pengawasan pekerjaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan konstruksi yang aman dan andal.
Perkuat Kolaborasi untuk Infrastruktur Tangguh
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi FT UNS dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang konstruksi dan mitigasi bencana. Perguruan tinggi berperan melalui pengetahuan dan hasil riset, sementara pemerintah daerah dan pelaku jasa konstruksi memiliki peran penting dalam penerapannya di lapangan.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip ketahanan gempa dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan konstruksi di Kabupaten Wonogiri. Ke depan, kolaborasi dapat dikembangkan melalui pelatihan yang lebih teknis terkait struktur tahan gempa, pengendalian mutu material, evaluasi bangunan, serta mitigasi gempa dan tsunami.
Kegiatan ini mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kapasitas konstruksi tahan bencana dan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta pelaku jasa konstruksi.
Humas FT UNS.




