
FT UNS –Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi tuan rumah kegiatan Mini Seminar and Research Collaboration Discussion antara Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Coventry University, United Kingdom, bertempat di ruang Multimedia Gedung IV FT UNS pada Senin (26/10/2026).
Mengusung tema “Advancing Sustainable E-Mobility and Clean Energy through International Research Collaboration and Innovation”, kegiatan ini menjadi forum untuk memperkuat jejaring akademik dan menjajaki peluang kolaborasi riset di bidang mobilitas elektrik berkelanjutan dan energi bersih.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si. Hadir sebagai narasumber Prof. Richard Dashwood, Vice-Provost (Research and Enterprise) sekaligus Deputy Vice-Chancellor (Research) Coventry University; Prof. Benny Tjahjono, Prof. Rohit Bhagat selaku Direktur Centre for E-Mobility and Clean Growth, serta Prof. Alexander Roberts. Diskusi dimoderatori oleh Prof. Ir. Muhammad Nizam, S.T., M.T., Ph.D., IPM., dari Program Studi Teknik Elektro UNS, dengan Hana Annida, S.Ars., M.Arch., dari Program Studi Arsitektur UNS sebagai pembawa acara.
Dalam sambutannya, Prof. Fitria menyampaikan bahwa pertemuan tersebut memiliki arti strategis untuk mempertemukan kapasitas riset kedua institusi dalam menjawab tantangan teknologi dan pembangunan berkelanjutan. Ia menilai kolaborasi internasional perlu diarahkan pada luaran konkret yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, industri, dan masyarakat.

“Tema kegiatan kita hari ini, yaitu ‘Advancing Sustainable E-Mobility and Clean Energy through International Research Collaboration and Innovation’, bukan sekadar visi yang idealistis. Tema ini merupakan rencana aksi yang sangat mungkin diwujudkan,” ujar Prof. Fitria.
Ia menjelaskan bahwa UNS memiliki ekosistem riset yang mendukung pengembangan kendaraan listrik dan teknologi energi bersih, salah satunya melalui Pusat Unggulan Iptek Teknologi Penyimpanan Energi Listrik (PUI-TPEL UNS), yang dikenal sebagai PUI Baterai Litium UNS. Pusat tersebut berperan dalam penelitian baterai ion litium, komersialisasi hasil penelitian, dan pengembangan teknologi penyimpanan energi.
Menurut Prof. Fitria, perpaduan kapasitas riset UNS dengan keahlian Coventry University melalui Centre for E-Mobility and Clean Growth membuka peluang pengembangan inovasi bersama yang dapat diterapkan secara nyata. Karena itu, ia mendorong para peneliti memanfaatkan forum tersebut untuk merancang agenda kolaborasi, mulai dari pengajuan pendanaan penelitian bersama, pembimbingan akademik antarinstitusi, hingga pertukaran teknologi.

UNS juga menawarkan dukungan melalui program doktoral, skema Riset Kolaborasi Indonesia (RKI), dan Program EQUITY (Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition). Program-program tersebut diharapkan dapat memfasilitasi mobilitas akademik, publikasi bersama, dan penguatan jejaring penelitian internasional.


Kepada mahasiswa yang mengikuti kegiatan, Prof. Fitria berpesan agar kesempatan berdiskusi dengan para akademisi internasional dimanfaatkan untuk memperluas wawasan dan membangun perspektif global. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pemikiran inovatif serta mempersiapkan diri untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi dan ekonomi hijau.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, melalui pengembangan teknologi energi bersih; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penguatan riset dan inovasi; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui pengembangan kolaborasi akademik dan penelitian lintas negara.
Melalui forum ini, FT UNS dan UNS diharapkan dapat memperkuat kemitraan dengan Coventry University serta menindaklanjuti diskusi menjadi program riset bersama yang berkelanjutan dan memberikan dampak bagi pengembangan teknologi kendaraan listrik dan energi bersih.
Humas FT UNS.




