
FT UNS –Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) berkontribusi dalam pengembangan riset kebijakan pembangunan nasional melalui Program Riset Kebijakan Pembangunan Merah Putih (PRIMA). Dekan FT UNS, Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU., menandatangani Kontrak Pendanaan Riset RISPRO Invitasi pada Senin (2/11/2026) di Gedung B.J. Habibie, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat.
Melalui program tersebut, FT UNS memperoleh pendanaan untuk penelitian mengenai model kebijakan pengembangan energi terbarukan guna mendukung percepatan kemandirian energi di Tanah Papua. Penelitian ini diharapkan menghasilkan landasan ilmiah dan rekomendasi kebijakan yang sesuai dengan potensi serta karakteristik wilayah.
PRIMA merupakan program kolaborasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan BRIN untuk memperkuat pemanfaatan hasil riset dalam perumusan kebijakan pembangunan nasional. Program ini menggunakan pendekatan policy-driven research, yaitu penelitian yang disusun berdasarkan kebutuhan dan persoalan pembangunan yang diidentifikasi oleh kementerian/lembaga.
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Dr. Ayom Widipaminto, S.T., M.T., menyampaikan bahwa PRIMA menjadi salah satu upaya mempercepat pemanfaatan dana abadi pendidikan melalui pendanaan riset yang berorientasi pada kebutuhan kebijakan pembangunan. Untuk mendukung program ini, LPDP menyediakan alokasi anggaran sebesar Rp100 miliar.
Riset Energi Terbarukan Berbasis Karakteristik Wilayah Papua

Penelitian FT UNS berjudul “Model Kebijakan Pengembangan Energi Terbarukan Berbasis Evidence-Based dan Karakteristik Wilayah untuk Percepatan Kemandirian Energi di Tanah Papua” dipimpin oleh pakar energi UNS, Prof. Ir. Muhammad Nizam, S.T., M.T., Ph.D., dengan melibatkan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua sebagai mitra penelitian. Riset ini termasuk dalam tema Lingkungan Hidup, Iklim, dan Transisi Energi.
Penelitian dilatarbelakangi oleh potensi energi terbarukan di Tanah Papua, khususnya energi air dan surya, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi geografis, persebaran permukiman yang berjauhan, serta keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan dalam penyediaan energi yang andal dan berkelanjutan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti mengembangkan model kebijakan yang mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta sistem penyimpanan energi baterai Battery Energy Storage System (BESS). Pengembangan model juga mempertimbangkan potensi sumber daya lokal dan kebutuhan energi masyarakat di setiap wilayah.
Penelitian dilaksanakan dalam dua tahun. Tahun pertama difokuskan pada pemetaan potensi energi, penyusunan tipologi wilayah, dan pengembangan model serta naskah akademik. Pada tahun kedua, penelitian diarahkan pada validasi model dan analisis risiko untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan dalam bentuk policy brief. Hasil penelitian selanjutnya diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah pusat dan daerah dalam merencanakan pengembangan energi di Tanah Papua.
Memperkuat Kontribusi Riset bagi Pembangunan Nasional

Dekan FT UNS, Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU., menyampaikan bahwa keterlibatan FT UNS dalam PRIMA merupakan bagian dari upaya memperkuat relevansi penelitian perguruan tinggi terhadap kebutuhan pembangunan.
“Perguruan tinggi perlu memastikan bahwa kegiatan penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga menghasilkan pengetahuan, model, dan rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. Melalui program PRIMA, FT UNS berupaya mengintegrasikan keunggulan akademik, pendekatan multidisiplin, dan kebutuhan pemangku kepentingan agar hasil riset dapat menjadi dasar pengambilan keputusan serta mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Prof. Wahyudi.
Keterlibatan FT UNS dalam program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau melalui pengembangan energi terbarukan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi energi terintegrasi; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, dan mitra pembangunan.
Melalui penelitian ini, FT UNS diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan energi yang sesuai dengan karakteristik wilayah, sekaligus mendukung percepatan kemandirian energi dan pemerataan pembangunan di Tanah Papua.
Humas FT UNS.




