
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) kembali menyelenggarakan ujian terbuka doktor Program Studi Doktor Ilmu Teknik Mesin pada Senin, (11/05/2026) di Ruang Multimedia FT UNS. Pada kesempatan tersebut, Dr. Amri Abdulah yang merupakan dosen aktif dari Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Perpindahan Kalor Konveksi Paksa Fluida Nano Hibrida di Pelat Dingin Saluran Mini pada Aplikasi Pendingin Cair Baterai Prismatik untuk Kendaraan Listrik”.
Disertasi ini berfokus pada pengembangan fluida nano hibrida Al₂O₃–SiO₂ berbasis campuran ethylene glycol–water (EG–W) sebagai solusi untuk meningkatkan performa sistem Battery Thermal Management System (BTMS). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengendalian temperatur baterai kendaraan listrik guna menjaga performa, keamanan, serta umur pakai baterai lithium-ion.
Ujian terbuka ini dipromotori oleh Prof. Dr. Ir. Budi Kristiawan, S.T., M.T. dan Dr. Wibawa Endra Juwana, S.T., M.T. sebagai ko-promotor. Tim penguji terdiri atas Dr. Ir. Rendy Adhi Rachmanto, S.T., M.T. dan Prof. Dr. Ir. Eko Prasetya Budiana, S.T., M.T. sebagai penguji internal, serta Prof. Dr. Ir. Muji Setyo, S.T., M.T. dari Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sebagai penguji eksternal.

Dalam disertasinya, Dr. Amri menjelaskan bahwa sistem pendinginan baterai kendaraan listrik saat ini umumnya masih menggunakan fluida konvensional yang memiliki keterbatasan pada konduktivitas termal. Hal tersebut menyebabkan kemampuan pelepasan panas menjadi kurang optimal, terutama pada kondisi beban tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan pendekatan inovatif melalui penggunaan fluida nano hibrida untuk meningkatkan performa perpindahan panas tanpa meningkatkan beban operasional secara signifikan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nanopartikel Al₂O₃–SiO₂ mampu meningkatkan konduktivitas termal fluida secara signifikan serta meningkatkan koefisien perpindahan panas. Selain itu, fluida yang dikembangkan memiliki stabilitas dispersi yang baik dan karakteristik aliran yang mendekati fluida Newtonian, sehingga tetap kompatibel dengan sistem yang sudah ada.
Dr. Amri menjelaskan bahwa dari sisi geometri, bentuk dengan banyak lekukan mampu menciptakan aliran sekunder di dalam fluida dibandingkan geometri lainnya. Kondisi tersebut memicu percampuran nanopartikel yang menyerupai turbulensi, sehingga berkontribusi pada peningkatan kinerja termal.
“Kalau dilihat dalam geometrinya, terlihat banyak lekukan sehingga menciptakan aliran sekunder didalamnya dibandingkan geometri lainnya. itu yang membuat nanopartikel seperti ada turbolensi bercampur dan meningkatkan kinerja termal”. ujar Dr. Amri.
Pengujian pada sistem mini-channel cold plate menunjukkan peningkatan performa pendinginan yang ditandai dengan penurunan temperatur permukaan serta peningkatan efisiensi termal sistem. Penelitian ini juga menemukan bahwa fraksi volume nanopartikel sebesar 1% merupakan kondisi optimum yang memberikan keseimbangan terbaik antara peningkatan performa termal dan konsumsi energi pemompaan.
Atas capaian tersebut, Dr. Amri Abdulah dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93 dan meraih predikat Cumlaude dengan masa studi 3 tahun 10 bulan.

Pada kesempatan tersebut, hadir ketua yayasan Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana Mayjen TNI (Purn.) H. Aryono Murtamadinata. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada Dr. Amri serta mengungkapkan rasa bangganya, mengingat Dr. Amri merupakan lulusan STT Wastukancana pada jenjang S1. Ia juga berharap capaian tersebut dapat menginspirasi rekan-rekan lainnya untuk melanjutkan studi, termasuk ke Universitas Sebelas Maret (UNS).
“Selamat kepada Dr. Amri, saya sangat bangga karena beliau adalah lulusan STT Wastukancana waktu S1 nya. mudah-mudahan bisa disusul dengan kawan-kawan yang lain, silahkan untuk masuk ke UNS”. ungkapnya


Sebagai bagian dari kontribusi akademik, penelitian ini mendukung pengembangan teknologi kendaraan listrik yang lebih efisien dan berkelanjutan. Inovasi pada sistem pendinginan baterai diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan keamanan kendaraan listrik, sekaligus sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Humas FT UNS.




