
FT UNS – Research Group (RG) GeoScience Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta menyelenggarakan Workshop Penentuan Daya Dukung Fondasi Dangkal Menggunakan Peta Geoteknik Kota Surakarta pada Selasa (07/07/2026). Workshop yang dilaksanakan secara hybrid ini bertujuan memperkenalkan pemanfaatan peta geoteknik sebagai acuan awal dalam perencanaan fondasi bangunan yang lebih aman, efisien, dan berbasis data.
Ketua RG GeoScience FT UNS, Prof. Dr. Ir. Niken Silmi Surjandari, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari hilirisasi hasil riset geoteknik agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh pemerintah maupun praktisi konstruksi.
“Kami berharap Peta Geoteknik Kota Surakarta yang telah dikembangkan dapat menjadi referensi awal dalam proses perencanaan fondasi. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, hasil riset tidak hanya berhenti sebagai luaran akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan yang lebih aman, efisien, dan berbasis data,” ujar Prof. Niken.

Kepala DPUPR Kota Surakarta, Nur Basuki, S.T., turut mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data teknis.
Materi utama bertajuk Pemanfaatan Peta Geoteknik Kota Surakarta untuk Preliminary Design Fondasi Telapak disampaikan oleh Prof. Ir. Yusep Muslih Purwana, S.T., M.T., Ph.D., IPU. yang merupakan dosen sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Teknik Sipil FT UNS. Ia menjelaskan bahwa penentuan jenis dan dimensi fondasi merupakan tahapan penting dalam perencanaan konstruksi. Kesalahan pada tahap ini berpotensi menimbulkan penurunan tanah, kerusakan struktur, hingga kegagalan fondasi.
Dalam paparannya, Prof. Muslih memperkenalkan Peta Geoteknik Kota Surakarta yang disusun berdasarkan data hasil uji sondir (Cone Penetration Test/CPT). Peta tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkirakan daya dukung tanah pada tahap pradesain sehingga membantu perencana menentukan dimensi dan kedalaman fondasi sebelum dilakukan investigasi lapangan secara lebih rinci.


Sesi diskusi membahas peluang pemanfaatan data investigasi tanah dari proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk memperkaya basis data geoteknik Kota Surakarta. DPUPR Kota Surakarta menyampaikan bahwa saat ini tersedia sekitar 2.300 titik data sondir yang berpotensi dikembangkan menjadi basis data geoteknik kota. Ke depan, peta geoteknik juga direncanakan berkembang menjadi dashboard berbasis lokasi yang mampu menampilkan estimasi kondisi tanah dan rekomendasi awal desain fondasi berdasarkan koordinat proyek.
Melalui kegiatan ini, FT UNS terus memperkuat hilirisasi hasil riset guna mendukung pembangunan infrastruktur perkotaan yang lebih aman, efisien, dan berbasis ilmu pengetahuan. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan praktisi dalam mengembangkan solusi berbasis riset untuk pembangunan berkelanjutan.
Humas FT UNS.




