
FT UNS – Inovasi dalam bidang geoteknik kembali lahir dari Program Studi Doktor Ilmu Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS). Melalui disertasinya, Dr. Dian Eksana Wibowo mengembangkan konsep Jack-Like Ground Anchor, sebuah sistem angkur tanah yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas tarik pada tanah pasir lepas melalui mekanisme bukaan sayap di dalam tanah.
Inovasi tersebut dipaparkan dalam Yudisium Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Teknik Sipil FT UNS yang diselenggarakan pada Selasa (14/07/2026) di Ruang Multimedia FT UNS. Dian berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Mekanisme Pull-Out Jack-Like Ground Anchor pada Pasir Lepas melalui Pengujian Laboratorium dan Pemodelan Numerik”.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Dian Eksana resmi dinyatakan lulus pada tanggal 7 Juli 2026 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96 menyelesaikan studi selama 4 Tahun 6 Bulan dan meraih predikat Sangat Memuaskan. Penelitian ini dibimbing oleh Prof. Ir. Yusep Muslih Purwana, S.T., M.T., Ph.D., IPU. sebagai Ketua Tim Promotor, didampingi Dr. Ir. Bambang Setiawan, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. dan Dr. Ir. Galuh Chrismaningwang, S.T., M.T. sebagai ko-promotor.

Dalam penelitiannya, Dr. Dian Eksana mengangkat permasalahan rendahnya kapasitas tarik angkur pada tanah pasir lepas akibat lemahnya ikatan antarbutir tanah. Untuk menjawab tantangan tersebut, ia mengembangkan Jack-Like Ground Anchor, sebuah konsep angkur yang terinspirasi dari mekanisme scissor jack atau dongkrak gunting mobil. Melalui mekanisme bukaan sayap di dalam tanah, bidang kontak antara angkur dan tanah menjadi lebih luas sehingga mampu meningkatkan tahanan pasif dan tahanan geser tanah.
Selain itu, konsep angkur yang dikembangkan juga dirancang memiliki prinsip kerja yang menyerupai alat sondir. Desain ujung angkur berbentuk konus membuka peluang agar alat ini tidak hanya berfungsi sebagai sistem perkuatan tanah, tetapi juga dapat memberikan informasi awal mengenai karakteristik dan indikasi daya dukung tanah sebelum proses konstruksi dilakukan.
Terdapat hubungan yang signifikan antara bukaan angkur dengan kenaikan kapasitas tarik, berdasarkan data kapasitas pu pada variasi kepadatan relatif tanah (Dr 27%, 50%, dan 80%) serta kedalaman penanaman 50 cm, 75 cm, dan 100 cm, peningkatan rata-rata kapasitas tarik dibandingkan kondisi angkur tertutup (sudut 0°) mencapai sekitar 39,2% pada sudut bukaan 30°, 156% pada sudut bukaan 45°, 195% pada sudut bukaan 60°, dan 210% pada sudut bukaan 75°. Temuan ini menegaskan bahwa semakin besar sudut bukaan sayap angkur, semakin efektif mobilisasi tahanan pasif tanah, khususnya ketika dikombinasikan dengan kepadatan tanah yang lebih tinggi dan kedalaman penanaman yang memadai.

Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan mekanisme bukaan sayap angkur yang dikaji secara terpadu melalui pengujian laboratorium, metode empiris Mazurkiewicz, serta pemodelan numerik menggunakan PLAXIS 2D. Pendekatan tersebut menghasilkan pemahaman baru mengenai hubungan antara sudut bukaan angkur, kepadatan relatif tanah, kedalaman penanaman, distribusi tegangan, dan perkembangan zona plastis di sekitar angkur.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem angkur yang lebih kuat, efisien, dan aplikatif untuk berbagai kebutuhan konstruksi, seperti perkuatan lereng, dinding penahan tanah, struktur penahan gaya uplift, hingga sistem perkuatan pada tanah granular. Ke depan, konsep Jack-Like Ground Anchor masih berpotensi dikembangkan melalui pengujian skala lapangan, pemodelan tiga dimensi, serta penerapan pada berbagai jenis tanah.
“Melalui konsep jack-like ground anchor ini, kami berharap proses pemasangan angkur ke depan tidak lagi memerlukan investigasi tanah secara terpisah. Sistem ini dirancang agar proses identifikasi awal kondisi tanah dan pemasangan angkur dapat dilakukan dalam satu tahapan, sehingga lebih cepat, efisien, dan berpotensi menghemat biaya konstruksi,” ujar Dian Eksana.

Melalui penelitian ini, Dian Eksana Wibowo tidak hanya memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan teknologi perkuatan tanah, tetapi juga menawarkan solusi inovatif yang berpotensi meningkatkan efisiensi dan keamanan konstruksi geoteknik di Indonesia.
Penelitian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi konstruksi berbasis riset, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui peningkatan keandalan infrastruktur yang aman dan tangguh, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan ketahanan infrastruktur terhadap kondisi tanah dan lingkungan yang semakin dinamis.
Humas FT UNS.




