
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) dari Research Group (RG) People Centered Innovation Program Studi Teknik Industri melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di CV. Harico, produsen briket arang batok kelapa yang berlokasi di Serut, Madurejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini berfokus pada penerapan teknologi pengeringan berkelanjutan dan peningkatan kualitas produk sebagai upaya mendukung daya saing industri briket biomassa.
Kegiatan diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Lobes Herdiman, M.T. bersama anggota tim, yakni Prof. Dr. Ir. Susy Susmartini, M.SIE., Dr. Eng. Ir. Ilham Priadythama, S.T., M.T., Ir. Taufiq Rochman, S.T.P., M.T., dan Dr. Ir. R. Hari Setyanto, M.Si. Melalui kolaborasi ini, keilmuan Teknik Industri diterapkan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi industri, khususnya pada proses pengeringan arang batok kelapa yang selama ini masih dipengaruhi oleh kandungan pengotor serta belum memiliki standar penanganan bahan baku yang optimal.
Selain melibatkan dosen, program ini juga menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa melalui skema Capstone Project 2. Tiga mahasiswa Teknik Industri FT UNS angkatan 2022, yaitu Flavia Fayyazza Aqeela Aurora, Jessica Thalia Prasetyaningsari, dan Khalifahtur Alfi, turut berpartisipasi dalam perancangan dan implementasi solusi di lapangan. Keterlibatan mahasiswa menjadi wujud integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam menyelesaikan persoalan nyata di sektor industri.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan mesin rotary dryer continuous dengan burner berbahan bakar oli bekas sebagai teknologi pengeringan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Teknologi ini dikembangkan untuk menggantikan metode pengeringan konvensional yang membutuhkan waktu relatif lama serta menghasilkan kualitas produk yang kurang konsisten. Dengan sistem pengeringan mekanis tersebut, kadar air bahan baku dapat dikendalikan dengan lebih baik sehingga proses produksi menjadi lebih efisien dan kualitas briket yang dihasilkan lebih seragam.

Selain peningkatan proses pengeringan, tim PKM juga melakukan pendampingan dalam penguatan sistem pengendalian mutu pada setiap tahapan produksi, mulai dari persiapan bahan baku, proses pencetakan, hingga pengeringan briket. Melalui pengendalian komposisi bahan baku dan proses pemanasan yang lebih terstandar, kualitas briket dapat ditingkatkan sekaligus mengurangi potensi keretakan serta menjaga nilai kalor produk.
Ketua Tim PKM, Prof. Lobes Herdiman, menjelaskan bahwa penerapan teknologi tepat guna tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga memperkuat daya saing industri lokal di tengah meningkatnya kebutuhan energi alternatif yang berkelanjutan.
“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi teknologi tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi proses produksi, tetapi juga menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan berdaya saing. Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan mahasiswa diharapkan dapat mendorong pengembangan industri biomassa yang lebih berkelanjutan di Indonesia,” ujar Prof. Lobes.
Melalui kegiatan ini, FT UNS terus memperkuat perannya dalam mendukung hilirisasi hasil riset melalui kolaborasi dengan dunia industri. Pendekatan yang mengintegrasikan inovasi teknologi, peningkatan kualitas produk, dan penguatan kapasitas mitra diharapkan mampu mendukung transformasi industri briket biomassa yang lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FT UNS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pemanfaatan energi alternatif yang lebih berkelanjutan, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas industri, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penguatan proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan mitra industri dalam mengimplementasikan inovasi berbasis riset.
Humas FT UNS.




