
FT UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) terus mendorong penerapan hasil riset perguruan tinggi untuk menjawab permasalahan nyata di masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Grup Riset Material Maju dan Energy Storage UNS melalui sosialisasi pemanfaatan teknologi solar sel dan potensinya untuk pengembangan sistem pengering daun tembakau berbasis energi matahari (solar dryer) di Desa Jeruk Selo, Kabupaten Boyolali, Jumat, 14 Agustus 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh petani tembakau dan perangkat Desa Jeruk Selo. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi teknologi energi surya, diskusi mengenai kebutuhan dan permasalahan pengeringan tembakau, serta demonstrasi penggunaan panel surya (solar panel) sebagai salah satu sumber energi listrik terbarukan.
Tim pengabdian dipimpin oleh Dr. Anatta Wahyu Budiman, dengan anggota Prof. Agus Purwanto, Prof. Adrian Nur, Prof. Endah Retno Dyartanti, Prof. Arif Jumari, dan Ibu Tika Paramitha. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi multidisiplin akademisi UNS dalam memperkenalkan teknologi energi terbarukan yang berpotensi meningkatkan efisiensi kegiatan produktif masyarakat, khususnya di sektor perkebunan.

Dalam diskusi bersama petani, salah satu permasalahan yang mengemuka adalah kebutuhan fasilitas pengeringan daun tembakau yang mudah dijangkau dan efisien. Selama ini, proses penjemuran tembakau masih mengandalkan area terbuka yang lokasinya cukup jauh dari permukiman, bahkan berada di kawasan lereng gunung. Kondisi tersebut menimbulkan beban tambahan bagi petani, baik dari sisi waktu, tenaga, maupun biaya untuk membawa hasil panen menuju lokasi penjemuran.
Kondisi ini menunjukkan perlunya alternatif teknologi pengeringan yang dapat dikembangkan lebih dekat dengan lokasi aktivitas petani. Salah satu potensi solusinya adalah pengembangan solar dryer, yaitu sistem pengering yang memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan panas bagi proses pengurangan kadar air bahan pertanian.
Tim UNS memperkenalkan potensi integrasi teknologi pengering tenaga surya dengan panel fotovoltaik. Dalam konsep tersebut, energi matahari dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai sumber panas pengeringan, sedangkan panel surya dapat menyediakan energi listrik untuk mengoperasikan kipas sirkulasi udara, sistem pengendali suhu, dan perangkat pendukung lainnya. Integrasi kedua teknologi ini memungkinkan pengembangan sistem pengering yang lebih terkontrol dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional.

Aspek pengendalian suhu dan sirkulasi udara menjadi penting dalam pengeringan daun tembakau. Proses pengeringan tidak hanya bertujuan menurunkan kadar air, tetapi juga perlu mempertimbangkan karakteristik mutu daun yang dihasilkan. Oleh karena itu, pengembangan sistem pengering ke depan perlu memperhatikan distribusi suhu, kelembapan, kecepatan aliran udara, serta keseragaman pengeringan agar kualitas produk tetap terjaga.
Dr. Anatta Wahyu Budiman menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menjembatani hasil penelitian dan pengembangan teknologi di lingkungan perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan energi terbarukan diharapkan tidak hanya menjadi alternatif teknologi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui efisiensi proses produksi dan pengurangan biaya operasional petani.

Sebagai tindak lanjut kegiatan pengabdian ini, Grup Riset Material Maju dan Energy Storage UNS merencanakan pengembangan dan pembangunan prototipe solar dryer untuk pengeringan daun tembakau pada tahun 2027. Prototipe tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif fasilitas pengeringan yang lebih dekat dengan aktivitas petani sehingga dapat mengurangi kebutuhan transportasi hasil panen menuju lokasi penjemuran yang jauh di lereng gunung.
Pengembangan prototipe nantinya juga akan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kebutuhan operasional petani setempat. Dengan demikian, teknologi yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga harus mudah dioperasikan, ekonomis, dan sesuai dengan kapasitas produksi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, UNS berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok petani dalam mengembangkan teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan. Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan di wilayah perdesaan.




