
FT UNS – Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama PLN kembali melanjutkan Roadshow Edukasi Kendaraan Listrik dengan menyambangi SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo pada Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini merupakan rangkaian lanjutan setelah pelaksanaan sebelumnya di Klaten, Boyolali, Sragen dan Karanganyar, dalam upaya memperluas pemahaman generasi muda terkait teknologi kendaraan listrik dan energi bersih.
Roadshow ini menghadirkan dua pemateri, yakni Era Febriana Aqidawati, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknik Industri FT UNS, dan Tofan Sardianto dari Divisi Pemasaran PT. Triangle Motorindo (VIAR Motor).
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo, Drs. Bambang Suhana, M.Pd., secara resmi membuka kegiatan dan menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat.
“Terimakasih kepada pihak PLN, UNS dan juga Viar Motor yang telah menyelenggarakan acara (roadshow) di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa maraknya perkembangan kendaraan listrik menuntut peningkatan pemahaman teknis di kalangan pelajar.
“Motor listrik saat ini sudah mulai banyak. Saya yakin 10 atau 15 tahun yang akan datang pasti bertambah banyak. Oleh karena itu dibutuhkan pemahaman yang mendalam tentang kendaraan listrik,” imbuhnya.
Manager ULP PLN Sukoharjo Muhammad Imron menekankan pentingnya penggunaan kendaraan rendah emisi untuk masa depan lingkungan.
“Motor listrik memiliki emisi yang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar fosil,” tuturnya.
Ia juga mengajak para siswa untuk meningkatkan literasi energi terbarukan.
“Meningkatkan literasi energi bersih di kalangan pelajar merupakan hal penting untuk meningkatkan peluang inovasi pengembangan kendaraan listrik di masa depan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FT UNS, Prof. Dr. Ir. Eko Surojo, S.T., M.T., juga memberikan pemahaman mengenai hubungan kendaraan listrik dan isu perubahan iklim global.
“Perubahan iklim saat ini disebabkan oleh aktivitas kita yang menghasilkan polusi, gas buang dari kendaraan konvensional gas CO₂ yang dapat mengakibatkan naiknya temperatur bumi,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa perubahan iklim ekstrem berpotensi memicu bencana sehingga peralihan teknologi transportasi menjadi kebutuhan mendesak.
“Perubahan iklim berpotensi menyebabkan bencana, oleh karena itu kita harus berusaha mengurangi gas emisi CO₂, salah satu caranya adalah mengganti kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik,” tegasnya.

Pada sesi materi, para siswa diajak memahami konsep dasar teknologi kendaraan listrik mulai dari sistem penyimpanan energi berbasis baterai, mekanisme motor listrik yang menggantikan mesin pembakaran internal, hingga struktur pengisian daya dan komponen elektronik pendukungnya. Pemateri juga memaparkan bagaimana industri kendaraan listrik di Indonesia tengah berkembang, termasuk inovasi baterai, sistem manajemen energi, dan peluang perawatan kendaraan listrik yang dapat digarap oleh pelajar kejuruan. Sesi ini memberi wawasan praktis sekaligus membuka cakrawala baru mengenai prospek teknologi ramah lingkungan.

Kegiatan ini turut memperkuat komitmen FT UNS dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Melalui edukasi dan diseminasi teknologi kendaraan listrik kepada pelajar, FT UNS berupaya membangun generasi yang lebih sadar lingkungan, memiliki kompetensi masa depan, serta siap berkontribusi dalam transisi menuju energi bersih. Humas FT UNS.




