
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) terus mendorong lahirnya inovasi mahasiswa berbasis teknologi melalui Program Wirausaha Baru Mahasiswa (WIBAWA) UNS 2025. Inovasi tersebut diberi nama VitaFlux, perangkat wearable cerdas berbasis biosignal yang dikembangkan oleh tujuh mahasiswa Program Studi Teknik Industri FT UNS untuk memantau kondisi otot atlet secara presisi dan berkelanjutan.
Program WIBAWA UNS merupakan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang terselenggara sejak tahun 2021. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sekaligus merealisasikan ide bisnis melalui dukungan pendanaan, pendampingan, serta pembinaan kewirausahaan yang terstruktur.
Tim VitaFlux ini beranggotakan tujuh orang mahasiswa Teknik Industri yang terdiri dari Bima Aryasakti Persada, Dimas Faiqwira Anwar, Aditya Farhan Najib, Arga Prasetya Novananda, Fedo Niam Buya Kharismawanto, Ferizki Ferdinata, dan Nayara Rizka Pratika Azzahra. Dalam proses pengembangannya, tim VitaFlux didampingi oleh Dr. Ir. Rahmaniyah Dwi Astusti, S.T., M.T. sebagai dosen pembimbing yang juga merupakan dosen Program Studi Teknik Industri FT UNS.

VitaFlux dikembangkan sebagai produk bisnis berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan pemantauan kondisi otot atlet secara akurat dan real-time. Perangkat ini memanfaatkan teknologi Electromyography (EMG) untuk merekam sinyal listrik otot, yang kemudian diolah menjadi informasi mengenai performa otot, tingkat kelelahan, serta potensi risiko cedera. Seluruh data tersebut disajikan melalui aplikasi mobile yang informatif dan mudah digunakan.
Dari sisi desain, VitaFlux dirancang ringan, praktis, dan nyaman digunakan dalam aktivitas olahraga. Produk ini dikembangkan dengan pendekatan bisnis rintisan, mulai dari perumusan konsep, perancangan produk, pengujian fungsi, hingga penyusunan strategi pemasaran yang relevan dengan kebutuhan pasar olahraga dan kebugaran.
Bima Aryasakti Persada selaku Chief Executive Officer (CEO) menyatakan bahwa Program WIBAWA UNS memberikan peran penting dalam keberlanjutan pengembangan VitaFlux sebagai rintisan bisnis berbasis teknologi.
“Program WIBAWA memberi kami dorongan untuk berani melangkah, mengambil keputusan, dan terus mengembangkan ide bisnis yang kami miliki. Tidak hanya dari sisi pendanaan, tetapi juga melalui pendampingan dan pembinaan yang membuat kami lebih siap menghadapi tantangan dunia usaha,” ujar Bima.
Sebagai bagian dari kegiatan pengenalan produk, tim VitaFlux melaksanakan sosialisasi di SMA Negeri 3 Yogyakarta pada 25 September 2025 dan SMA Negeri 3 Surakarta pada 14 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada jam pelajaran Bimbingan Konseling dengan melibatkan siswa kelas X di SMA Negeri 3 Yogyakarta dan siswa kelas XII di SMA Negeri 3 Surakarta. Dalam kegiatan tersebut, tim memaparkan konsep VitaFlux, manfaat penggunaan perangkat, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba langsung produk yang dikembangkan.

Selain kegiatan sosialisasi, tim VitaFlux juga berpartisipasi dalam Demo Day WIBAWA yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Sebelas Maret pada 8–9 Desember 2025. Pada kegiatan tersebut, tim mempresentasikan produk VitaFlux beserta model bisnis yang dikembangkan di hadapan dewan juri dan peserta lainnya.
Melalui pengembangan VitaFlux, FT UNS menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Inisiatif ini mencerminkan peran FT UNS dalam mendorong lahirnya inovator yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi kesehatan, industri olahraga, dan pengembangan ekonomi berkelanjutan.
Humas FT UNS.




