
FT UNS – Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengisian Lembar Kerja Elektronik (LKE) ZI yang diselenggarakan oleh Bidang Reformasi Birokrasi (RB) UNS pada Selasa (10/02/2026) di Ruang Indraprastha UNS Inn. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman unit kerja terkait pelaksanaan Zona Integritas serta pemenuhan dokumen LKE dalam rangka meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Bimtek diikuti oleh perwakilan Tim Pembangunan ZI dari 18 unit kerja di lingkungan UNS serta Tim Penilai Perguruan Tinggi Negeri (TP PTN). Fakultas Teknik diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Non-Akademik yang juga Wakil Ketua Tim ZI FT UNS, Prof. Dr. Ir. Niken Silmi Surjandari, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng., Sekretaris ZI FT UNS Ir. Candraningratri Ekaputri Widodo, S.T., M.Eng., Ph.D., serta Admin ZI FT UNS Heru Susanto, S.T.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Universitas, Prof. Dr. Agus Riwanto, S.H., S.Ag., M.Ag., M.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pembangunan Zona Integritas sebagai bagian dari penguatan tata kelola perguruan tinggi yang bersih dan melayani.
“Pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan dokumen, tetapi merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan budaya kerja yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Bidang RB UNS menghadirkan narasumber Dr. Mohammad Nuh, S.IP., M.Si. dari Satuan Reformasi Birokrasi Universitas Brawijaya Malang yang berhasil meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), sekaligus menjadi satuan kerja pertama di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang memperoleh predikat tersebut.

Dalam paparannya, Dr. Mohammad Nuh, S.IP., M.Si. menjelaskan strategi pemenuhan dokumen LKE ZI yang memenuhi standar penilaian WBK/WBBM, mulai dari kelengkapan eviden, konsistensi data dukung, hingga penguatan implementasi reformasi birokrasi di tingkat unit kerja. Selain itu, disampaikan pula kiat-kiat praktis agar setiap unit kerja mampu menyusun dokumen secara sistematis dan selaras dengan indikator penilaian.
“Dokumen LKE harus mencerminkan praktik yang benar-benar dijalankan, bukan sekadar administrasi. Konsistensi antara perencanaan, pelaksanaan, dan eviden menjadi kunci utama keberhasilan WBK/WBBM,” jelasnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan terkait teknis pengisian LKE pada laman Inspirasi serta mekanisme penyelarasan data antarunit. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta memperoleh penyamaan persepsi mengenai pentingnya pembangunan Zona Integritas, sekaligus pemahaman teknis mengenai kelengkapan dokumen yang diperlukan dalam proses pengisian LKE.
Partisipasi FT UNS dalam Bimtek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen menuju tata kelola yang bersih, transparan, dan melayani. Upaya tersebut sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Kualitas Pendidikan) melalui peningkatan kualitas tata kelola pendidikan tinggi yang akuntabel dan berintegritas serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan dan kelembagaan yang Tangguh) tentang kelembagaan yang tangguh dan bebas korupsi. Humas FT UNS.




