
FT UNS – Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) melalui Laboratorium Smart and Sustainable Manufacturing System sukses menyelenggarakan Procession Class 2026 pada Selasa, (28/04/2026) di Ruang Seminar Utama Gedung Ir. RPM. Kasifudin FT UNS. Hadir sebagai pembicara utama, Prof. Lanndon A. Ocampo, Ph.D., yang merupakan Profesor sekaligus Founding Director of the Center for Applied Mathematics and Operations Research, Cebu Technological University, Filipina. Beliau memegang dua gelar doktor, yakni Ph.D. in Logistics and Operational Research dari University of Portsmouth, Inggris, serta Ph.D. in Industrial Engineering dari LaSalle University, Filipina, sekaligus tercatat sebagai ilmuwan dalam jajaran Top 2% Scientist versi Stanford University.
Kegiatan ini mengusung topik Multi-criteria Decision Making: Extensions, Synergy with Other Tools, and Innovative Applications yang dimoderatori oleh Ir. Renny Rochani, M.T., Ph.D. Dosen Teknik Industri FT UNS. Dalam pemaparannya, Prof. Ocampo mengajak peserta untuk memahami bagaimana MCDM merupakan perluasan dari optimasi multiobjektif. Ia menjelaskan konsep Pareto Optimality sebagai fondasi utama, di mana sebuah solusi dikatakan Pareto optimal apabila tidak ada solusi lain yang lebih baik di semua kriteria sekaligus. Dari titik itulah MCDM menjembatani keputusan nyata yang melibatkan banyak kriteria, banyak alternatif, dan preferensi beragam dari para pengambil keputusan.
“Dalam kehidupan nyata, sangat jarang sekali sebuah masalah hanya memiliki satu kriteria. Ketika kita memilih sebuah alternatif, kita selalu melakukan trade-off antarakriteria. Inilah mengapa MCDM menjadi pendekatan yang lebih komprehensif dan transparan,” ujar Prof. Ocampo.

Prof. Ocampo menambahkan dua tahapan utama dalam penyelesaian masalah MCDM, yakni pembobotan kriteria dan evaluasi alternatif. Pada tahap pembobotan, ia memperkenalkan metode subjektif seperti Analytic Hierarchy Process (AHP) yang menangkap preferensi pengambil keputusan melalui perbandingan berpasangan, serta metode objektif seperti CRITIC dan Entropy yang memberikan bobot berdasarkan kemampuan diskriminasi data. Pada tahap evaluasi, ia memperkenalkan berbagai metode populer seperti TOPSIS, PROMETHEE, EDAS, dan CODAS, masing-masing dengan filosofi dan pendekatan referensi yang berbeda.
“Kunci dari TOPSIS adalah mencari alternatif yang paling dekat dengan solusi ideal positif dan paling jauh dari solusi ideal negatif. Sementara EDAS menggunakan rata-rata solusi sebagai titik referensi, bukan yang terbaik atau terburuk,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prof. Ocampo menjelaskan beragam aplikasi nyata MCDM di industri, mulai dari seleksi pemasok di industri minyak dan gas, klasifikasi inventori, desain produk berbasis Quality Function Deployment (QFD), manajemen rantai pasok publik pasca-Covid, hingga evaluasi inisiatif keberlanjutan berdasarkan Sustainable Development Goals (SDGs). Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, di mana peserta berdiskusi tentang peran kecerdasan buatan dalam mengisi matriks keputusan serta penanganan ketidakpastian melalui fuzzy sets dalam konteks MCDM.
Melalui kegiatan ini, FT UNS turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas akademik mahasiswa dalam pengambilan keputusan berbasis data, tetapi juga mendorong kolaborasi global dan inovasi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan industri modern.
Humas FT UNS.




