
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) terus memperkuat sinergi dengan dunia industri melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT NSP Technology Batam pada Selasa (02/06/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Pimpinan Gedung Ir. RPM. Kasifudin FT UNS tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, serta peningkatan kompetensi mahasiswa yang selaras dengan kebutuhan industri.
Penandatanganan kerja sama disaksikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FT UNS, Prof. Dr. Ir. Eko Surojo, S.T., M.T., yang mewakili Dekan FT UNS, serta Direktur PT NSP Technology Batam, Pui Kung (Molly Lim).
Ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup pemanfaatan fasilitas dan peralatan injection molding untuk kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan; pelaksanaan penelitian bersama di bidang manufaktur, material polimer, proses produksi, dan optimasi sistem injection molding; pengembangan prototipe dan produk industri berbasis hasil riset; pelaksanaan magang, praktik kerja, capstone project, dan tugas akhir mahasiswa; penyelenggaraan pelatihan, workshop, seminar, serta transfer teknologi; hingga pengembangan teaching factory dan laboratorium yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Dalam sambutannya, Prof. Eko Surojo menyampaikan apresiasi kepada PT NSP Technology Batam atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi faktor penting dalam menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri. Melalui pemanfaatan fasilitas industri, program magang, penelitian bersama, serta pengembangan teaching factory, mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini,” ujar Prof. Eko Surojo.
Sementara itu, Direktur PT NSP Technology Batam, Pui Kung (Molly Lim), menjelaskan bahwa perusahaan terus melakukan pembaruan teknologi dan peralatan produksi, khususnya pada bidang injection molding. Seiring perkembangan industri, sejumlah mesin yang masih layak digunakan namun telah digantikan dengan teknologi yang lebih baru kemudian dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran di perguruan tinggi.
“Kami ingin mahasiswa memiliki kesempatan belajar menggunakan peralatan yang relevan dengan kebutuhan industri. Harapannya, ketika lulus nanti mereka sudah mampu beradaptasi dengan cepat di dunia kerja dan menjadi sumber daya manusia yang siap terjun ke lapangan,” ujar Molly Lim.

Ia menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan melalui pengalaman pembelajaran yang lebih dekat dengan praktik industri. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang baik, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
Melalui kerja sama ini, FT UNS dan PT NSP Technology Batam berkomitmen memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan industri dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Sinergi ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis praktik industri, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kompetensi lulusan yang siap kerja, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan riset, inovasi, dan transfer teknologi yang mendukung kemajuan industri nasional.
Humas FT UNS.




