
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) menyelenggarakan kuliah tamu internasional bertajuk Sustainable Urban Mobility Transformation through Intelligent Transport System, City Logistics Electrification, and Internet of Things pada Rabu (03/06/2026) di Ruang Multimedia FT UNS. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Visiting Professor Universitas Sebelas Maret yang diselenggarakan oleh Program Studi Doktor Ilmu Teknik Sipil, sekaligus menjadi forum strategis dalam memperkuat kolaborasi riset dan pendidikan di bidang teknik transportasi, mobilitas perkotaan, serta sistem transportasi cerdas berbasis teknologi digital.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Teknik Sipil, Prof. Ir. Yuseph Muslih Purwana, S.T., M.T., PhD., menegaskan bahwa forum seperti ini mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan ilmu pengetahuan dan mendorong inovasi di bidang perencanaan dan rekayasa transportasi.
“Kami merasa sangat terhormat dapat menghadirkan para pakar dari berbagai institusi terkemuka untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka langsung kepada sivitas akademika kami. Kombinasi dari serial kuliah kemarin, kuliah publik hari ini, dan workshop yang akan datang menawarkan pengalaman belajar yang komprehensif, menjembatani teori dan praktik, perspektif global dan tantangan lokal,” ujar Prof. Muslih.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dengan rekam jejak yang mumpuni. Pertama adalah Prof. Michael Bell dari Institute of Transport and Logistics Studies, University of Sydney, Australia. Dalam paparannya, Prof. Bell menguraikan berbagai strategi mewujudkan logistik perkotaan yang berkelanjutan, mulai dari penerapan zona emisi rendah, urban consolidation centers, hingga elektrifikasi armada kendaraan niaga.
“Logistik perkotaan memang menimbulkan banyak permasalahan serius, namun kabar baiknya adalah solusi-solusi itu ada. Clean air zones terus berkembang, nighttime deliveries terbukti efektif, dan urban consolidation centers hadir untuk memindahkan kargo dari truk besar ke kendaraan yang lebih kecil, lebih bersih, dan lebih senyap,” ujar Prof. Bell.
Narasumber kedua adalah Syafri Yuzal, dari Intelligent Transportation Systems Indonesia (ITS Indonesia). Dalam sesinya bertajuk Smart Mobility and ITS Integration for Sustainable Urban Transportation in Indonesia, Syafri memaparkan ekosistem ITS nasional, inisiatif pemerintah pusat, hingga implementasi sistem Jak-Lingko di Jakarta sebagai contoh integrasi mobilitas perkotaan yang berhasil.

“Mengapa masyarakat mengadopsi teknologi? Karena teknologi itu memenuhi satu tolok ukur: CEMUMUAH yaitu Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal. Jika sistem baru yang kita bangun tidak bisa menawarkan manfaat-manfaat ini, maka ia bukan solusi yang baik,” ujar Syafri Yuzal.
Narasumber ketiga adalah Ir. Budi Yulianto, S.T., M.Sc., Ph.D., dari Sustainable Transport Research Group UNS. Dalam paparannya bertajuk Integrating IoT and Intelligent Transport Systems for Smart Freight Transport: The SiDjaka Experience, ia memaparkan sistem SiDjaka sebagai solusi nyata untuk memonitor dan mengontrol pergerakan kendaraan barang yang memasuki Kota Surakarta.
“Tantangan terbesar bukan bagaimana membatasi angkutan barang, melainkan bagaimana mengelolanya secara cerdas agar perekonomian kota tetap bergerak tanpa mengorbankan keselamatan dan keberlanjutan infrastruktur jalan yang ada,” ujar Ir. Budi Yulianto.

Melalui kuliah tamu ini, FT UNS turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan riset dan inovasi di bidang sistem transportasi cerdas, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan konsep mobilitas perkotaan yang aman, inklusif, dan ramah lingkungan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi akademik dan pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan praktisi transportasi dari berbagai negara. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FT UNS dalam mendorong pengembangan solusi transportasi berkelanjutan yang adaptif terhadap tantangan perkotaan di masa depan.
Humas FT UNS.




