
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh pemangku kepentingan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Penguatan Kompetensi dan Profesionalisme Tenaga Kependidikan FT UNS dalam Memberikan Pelayanan Prima yang diselenggarakan pada Kamis (18/06/2026) di Ruang Multimedia Gedung IV FT UNS.
Kegiatan ini diikuti oleh tenaga kependidikan FT UNS sebagai upaya meningkatkan kompetensi pelayanan yang profesional, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna layanan yang semakin beragam, khususnya di lingkungan perguruan tinggi yang tengah bertransformasi menuju tata kelola yang lebih unggul.
Wakil Dekan Bidang Non Akademik FT UNS, Prof. Dr. Ir. Niken Silmi Surjandari, S.T., M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa budaya pelayanan yang berorientasi pada kepuasan stakeholder perlu terus diperkuat oleh seluruh tenaga kependidikan. Menurutnya, karakteristik pengguna layanan saat ini, khususnya mahasiswa, terus berkembang sehingga memerlukan pendekatan pelayanan yang lebih adaptif dan humanis.

“Kegiatan ini kami selenggarakan agar tenaga kependidikan memiliki bekal yang cukup dalam memberikan pelayanan terbaik kepada stakeholder, dengan menyesuaikan kondisi dan karakter pengguna saat ini,” ujar Prof. Niken.
Workshop ini menghadirkan Jaka Daryana, S.Pd., S.Psi., M.Psi., dari Mental Spiritual Building Center (MSBC) Assyifa Kusuma Solo sebagai narasumber utama. Dalam materinya yang bertajuk Pelayanan Prima Tenaga Kependidikan FT UNS di Era PTN-BH, ia menekankan bahwa setiap titik layanan merupakan representasi institusi yang berperan penting dalam membangun citra fakultas.
Menurut Jaka, pelayanan tidak hanya berlangsung di loket atau meja administrasi, tetapi juga melalui berbagai kanal lain seperti layanan daring, surat elektronik, aplikasi pesan instan, laboratorium, layanan keamanan, hingga persuratan. Oleh karena itu, setiap petugas dituntut mampu memberikan pelayanan yang profesional, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.

“Pengguna layanan datang bukan hanya membawa urusan administratif, tetapi juga membawa harapan, tekanan waktu, dan emosi. Oleh karena itu, layanan prima bukan sekadar ramah, tetapi juga sopan dan murah senyum,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jaka menjelaskan bahwa kualitas layanan dapat dibangun melalui beberapa aspek utama, yaitu keandalan, daya tanggap, jaminan kompetensi, serta empati terhadap pengguna layanan. Keempat aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan dan kepuasan stakeholder terhadap layanan yang diberikan.
Selain penyampaian materi, peserta juga diajak mendiskusikan berbagai studi kasus yang sering ditemui dalam aktivitas pelayanan sehari-hari. Melalui pendekatan ini, tenaga kependidikan dapat memahami strategi yang tepat dalam menangani keluhan, merespons kebutuhan pengguna, serta memberikan solusi yang profesional dan berorientasi pada kepuasan layanan.

Melalui kegiatan ini, FT UNS berharap seluruh tenaga kependidikan semakin siap menghadirkan layanan yang unggul, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Penguatan budaya pelayanan prima menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung transformasi FT UNS sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FT UNS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas dan profesionalisme tenaga kependidikan sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan tinggi, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui pengembangan tata kelola institusi yang profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Humas FT UNS




