
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mendukung peningkatan kapasitas produksi CV Indigo Biru Baru, perusahaan batik pewarna alam yang berlokasi di Bulu, Sukoharjo. Program yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS ini berfokus pada penerapan teknologi additive manufacturing untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi dalam proses produksi batik.
CV Indigo Biru Baru merupakan perusahaan hasil hilirisasi riset pewarna alam yang dikembangkan di Program Studi Teknik Mesin FT UNS sejak 2014. Dipimpin oleh Muh. Thayyib, S.T., M.T., perusahaan ini terus mengembangkan produk batik modern bermotif geometris dengan mengedepankan penggunaan pewarna alami yang ramah lingkungan.
Selama ini, proses pembuatan cetakan malam batik masih dilakukan secara manual menggunakan bahan kayu. Metode tersebut memerlukan waktu relatif lama dan sangat bergantung pada ketersediaan serta keterampilan pengrajin kayu sehingga membatasi fleksibilitas pengembangan motif.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian yang diketuai oleh Prof. Ir. Ubaidillah, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., CSWP. menghadirkan teknologi 3D printing sebagai solusi dalam pembuatan pola atau cetakan malam batik geometris. Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat proses produksi, meningkatkan presisi desain, serta memudahkan pengembangan variasi motif sesuai kebutuhan pasar.
Selain menyediakan mesin 3D printing, tim FT UNS juga memberikan pelatihan desain tiga dimensi kepada tenaga operasional CV Indigo Biru Baru. Melalui pelatihan tersebut, mitra didorong untuk mampu merancang, memodifikasi, hingga mencetak desain pola batik secara mandiri menggunakan perangkat lunak desain 3D.
Program pengabdian turut dilengkapi dengan penyediaan mesin laser engraving serta sarana cetak sablon botol untuk mendukung diversifikasi produk dan memperluas peluang usaha berbasis batik pewarna alam.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Teknik Mesin FT UNS yang tergabung dalam Mechanical Design Study Club. Mahasiswa berkontribusi dalam proses perancangan desain, pembuatan prototipe, pengoperasian mesin, hingga pendampingan teknis kepada mitra sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek.
Melalui kolaborasi ini, FT UNS berupaya memperkuat hilirisasi hasil riset sekaligus mendorong transformasi teknologi pada industri kreatif berbasis batik pewarna alam. Penerapan teknologi manufaktur digital diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta meningkatkan daya saing UMKM batik di Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia berbasis pelatihan teknologi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan produktivitas dan daya saing industri kreatif, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi additive manufacturing hasil hilirisasi riset, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan mahasiswa.
Humas FT UNS.




