
FT UNS – Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) mengintegrasikan pembelajaran Capstone Design dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pengembangan alat perebah sapi untuk mendukung pelaksanaan kurban di Masjid Al Ikhlas, Perumahan Griya Surya Permata, Kudusan, Gumpang, Kartasura, Sukoharjo. Inovasi tersebut menjadi bentuk penerapan ilmu keteknikan dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat sekaligus memperkuat pembelajaran berbasis proyek bagi mahasiswa.
Masjid Al Ikhlas yang telah berdiri sekitar delapan tahun secara rutin menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban dalam jumlah cukup banyak. Namun, keterbatasan jumlah panitia menyebabkan proses penyembelihan, penanganan, hingga pendistribusian daging sering memerlukan waktu yang relatif lama.
Melihat kondisi tersebut, Prof. Dr. Ir. Dwi Aries, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknik Mesin FT UNS, bersama tim menghadirkan solusi berupa alat perebah sapi beserta sejumlah peralatan pendukung untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan kurban.
Selain alat perebah sapi, tim juga menyerahkan mesin pemotong tulang, pompa air bertenaga mesin bensin, serta portal untuk menggantung sapi setelah proses penyembelihan. Seluruh peralatan tersebut telah dimanfaatkan pada pelaksanaan kurban tahun 2026.
Penggunaan peralatan tersebut terbukti membantu mempercepat proses kerja panitia. Dibandingkan pelaksanaan sebelumnya, waktu penyembelihan dan penanganan daging dapat dipersingkat sekitar dua hingga tiga jam, sehingga proses distribusi kepada masyarakat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Pengembangan alat perebah sapi menjadi bagian dari implementasi mata kuliah Capstone Design 1 dan Capstone Design 2 Program Studi Teknik Mesin FT UNS. Proyek ini dikerjakan oleh tiga mahasiswa, yaitu Fiedo Riezqy Katon Miliano, Ikhsan Alwiyana, dan Ivansyah Putranda Kusbiantoro, di bawah bimbingan Rahman Wijaya, S.T., M.T.
Selama proses pengembangan, mahasiswa melakukan identifikasi kebutuhan pengguna, perancangan struktur, pemilihan material, proses manufaktur, hingga pengujian alat. Mereka juga mempertimbangkan berbagai aspek penting, seperti keselamatan hewan, keselamatan operator, kemudahan penggunaan, kekuatan struktur, dan efektivitas alat saat digunakan di lingkungan masyarakat.
Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan produk yang berfungsi dengan baik, tetapi juga mampu menyelesaikan complex engineering problem melalui pendekatan rekayasa yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Integrasi antara pembelajaran, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat tersebut menjadi implementasi nyata konsep Capstone Design di FT UNS.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Mesin FT UNS terus mendorong pembelajaran berbasis proyek yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pengurus Masjid Al Ikhlas diharapkan dapat menjadi model penerapan teknologi tepat guna yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FT UNS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi tepat guna, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghasilkan solusi inovatif bagi kebutuhan lokal.
Humas FT UNS.




