
FT UNS – Riset Group Rekayasa Ergonomi, Sistem Kerja, dan Manajemen Lingkungan (RSML) Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM-UNS) di UMKM Karak Solo Sari, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan pengabdian yang dimulai pada Maret 2026 tersebut berfokus pada penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki aspek ergonomi dalam proses produksi karak.
Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Industri FT UNS. Tim diketuai oleh Dr. Ir. Rahmaniyah Dwi Astuti, S.T., M.T., dengan anggota Prof. Dr. Ir. Bambang Suhardi, S.T., M.T.; Ade Aisyah Arifna Putri, S.T., M.T., M.B.A.; Ir. I Wayan Suletra, S.T., M.T.; serta Ir. Irwan Iftadi, S.T., M.Eng. Sementara itu, mahasiswa yang terlibat yakni Desinta Fitarini, El Qonita Nur Khayyina, Immanuel Aryo Prasojo, Kezia Vita Christiana, Rafanda Akhta Prapmadi, dan Zarith Zahwan.
Karak merupakan salah satu produk pangan tradisional yang proses produksinya masih banyak dilakukan secara manual. Pada UMKM Karak Solo Sari, salah satu tahapan yang mendapat perhatian adalah proses pencucian beras. Hasil pengamatan tim menunjukkan bahwa tahapan tersebut memiliki beban fisik cukup tinggi bagi operator. Pekerja harus membungkuk, mengaduk beras dalam wadah berukuran besar, serta mempertahankan beban secara statis selama proses berlangsung.
Kondisi tersebut menjadi dasar bagi tim RSML untuk memberikan intervensi teknologi pada proses pencucian beras. Melalui pendanaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS dalam skema PKM-UNS, tim menyerahkan satu unit mesin pencuci beras berkapasitas 75 kilogram kepada UMKM Karak Solo Sari pada 26 Agustus 2026.

Mesin yang diterapkan mengintegrasikan fungsi pengadukan dan pencucian beras. Tata letak serta ketinggian stasiun kerja disusun mengikuti prinsip ergonomi sehingga operator tidak perlu membungkuk selama proses berlangsung. Intervensi tersebut sekaligus ditujukan untuk mengurangi beban fisik operator dan meningkatkan efisiensi waktu proses produksi.
Ketua tim PKM, Dr. Ir. Rahmaniyah Dwi Astuti, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kapasitas produksi harian mitra mencapai sekitar 250 kilogram beras. Sebelum menggunakan mesin, proses pencucian dilakukan secara manual menggunakan ember berisi 12,5 kilogram atau 25 kilogram beras dalam sekali angkat.
“Secara manual, pencucian 250 kilogram beras memerlukan sepuluh kali proses dengan total waktu lebih dari satu jam. Dengan mesin, jumlah tersebut dapat diselesaikan dalam lima kali proses,” jelas Dr. Rahmaniyah.
Setiap siklus pencucian menggunakan mesin dapat menampung sekitar 50–75 kilogram beras. Mulai dari tahap persiapan hingga beras dikeluarkan, satu siklus hanya membutuhkan waktu sekitar sembilan menit. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya penghematan waktu sekaligus pengurangan tenaga fisik yang diperlukan operator dalam proses pencucian.
“Mekanisasi ini memangkas beban fisik sekaligus mempersingkat waktu siklus pencucian, sehingga hasil pencucian menjadi lebih higienis dan seragam,” tambahnya.

Selain menyerahkan peralatan, tim RSML juga memberikan pelatihan kepada mitra mengenai pengoperasian dan pemeliharaan mesin. Pelatihan tersebut diharapkan memastikan teknologi yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan mendukung kemandirian mitra dalam menjalankan proses produksi secara berkelanjutan.
Penerapan teknologi tepat guna ini diharapkan memberikan manfaat bagi UMKM Karak Solo Sari, tidak hanya dalam meningkatkan efisiensi proses produksi, tetapi juga dalam menciptakan kondisi kerja yang lebih ergonomis bagi operator. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penerapan keilmuan Teknik Industri, khususnya bidang ergonomi dan sistem kerja, untuk menjawab kebutuhan nyata di lingkungan masyarakat.
Pelaksanaan PKM-UNS oleh Riset Group RSML FT UNS turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui alih pengetahuan kepada mitra, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan inovasi dan teknologi tepat guna pada proses produksi UMKM, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha dalam mendorong peningkatan kapasitas serta keberlanjutan usaha masyarakat.
Humas FT UNS.




