
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) menjadi tuan rumah kegiatan “Revolusi Sehat: Edukasi Penyebab dan Bahaya Tumor–Kanker serta Deteksi Dini Kanker Serviks dan Pemeriksaan SADARI” yang diselenggarakan bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNS dan Lembaga Kanker Indonesia (LKI) pada Selasa, (9/12/2025) di Ruang Multi Media Gedung IV Fakultas Teknik UNS. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran kesehatan di lingkungan sivitas akademika Universitas Sebelas Maret.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik UNS Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini serta kepercayaan yang diberikan oleh Dharma Wanita Persatuan UNS kepada FT UNS sebagai tempat pelaksanaan. Prof. Wahyudi menegaskan bahwa FT UNS tidak hanya berperan dalam pengembangan teknologi dan inovasi, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap peran sosial, penguatan karakter, serta pembangunan budaya hidup sehat. Ia menambahkan bahwa peran Dharma Wanita Persatuan sangat strategis dalam mendukung visi Universitas Sebelas Maret melalui program edukatif, sosial, dan pemberdayaan perempuan, sekaligus menjadikan kesehatan sebagai fondasi utama bagi kinerja institusi.

“Dharma Wanita berperan penting dalam membangun energi positif di UNS serta menciptakan keluarga yang sehat dan kuat sehingga seluruh sivitas akademika dapat bekerja lebih bahagia, produktif, dan inovatif,” ujar Prof. Wahyudi.
Kegiatan edukasi kesehatan ini disebut sebagai contoh nyata bagaimana kesehatan menjadi pondasi utama dalam mendukung kinerja rektorat, fakultas, program studi, dan seluruh pengelola institusi agar dapat bekerja dengan bahagia, produktif, dan inovatif. Dekan juga menekankan bahwa keberhasilan program-program institusi tidak terlepas dari dukungan lingkungan keluarga, terutama peran para ibu di rumah yang menjadi fondasi utama terciptanya keluarga yang sehat dan kuat.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan UNS, Widyastuti Hartono. Beliau menekankan pentingnya edukasi dan deteksi dini sebagai langkah strategis untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari risiko tumor dan kanker. Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan, sehingga setiap individu diharapkan lebih peduli terhadap kesehatannya sejak dini.

“Edukasi dan deteksi dini sangat penting agar kita bisa melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar dari risiko kanker. Dengan meningkatkan kesadaran sejak dini, kita dapat melakukan langkah pencegahan lebih cepat, karena mencegah selalu jauh lebih baik daripada mengobati,” ujar Widyastuti.
Memasuki sesi materi, Eka Suryanti, SKM, yang merupakan narasumber dari Lembaga Kanker Indonesia memaparkan materinya. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan perbedaan antara tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak umumnya bersifat lokal dan tidak menyebar, sementara tumor ganas memiliki sifat invasif dan dapat menyebar ke jaringan lain, yang kemudian dikenal sebagai kanker. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang faktor risiko kanker, bahaya kanker serviks, serta pentingnya deteksi dini melalui skrining dan praktik SADARI.


“Semakin dini kita mengenali tanda-tanda dan faktor risiko kanker, semakin besar peluang kita untuk melakukan pencegahan dan penanganan. Melalui skrining rutin dan praktik SADARI, masyarakat dapat menemukan kelainan lebih awal sehingga kualitas hidup bisa tetap terjaga,” ujar Eka Suryanti.
Melalui kegiatan ini, mudah-mudahan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif sivitas akademika UNS serta masyarakat dalam menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan sejak dini. Humas FT UNS.




