
FT UNS – Program Studi Doktor Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) kembali mencatatkan kontribusi akademik melalui riset doktoral yang berfokus pada pengelolaan geowisata karst berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan destinasi wisata alam berbasis konservasi, keselamatan, dan pengalaman wisata yang berkualitas, khususnya pada kawasan gua karst yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Dr. Trio Yonathan Teja Kusuma yang juga merupakan dosen Prodi Teknik Industri UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia mengangkat isu tentang meningkatnya kecelakaan wisatawan, degradasi lingkungan, serta lemahnya tata kelola destinasi karst di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan karst menghadapi tekanan serius akibat wisata massal, rendahnya mitigasi risiko, serta belum optimalnya standar keselamatan dan konservasi.
Indonesia memiliki kawasan karst seluas sekitar 154.000 km² dengan lebih dari 2.700 mulut gua bernilai ilmiah dan ekologis tinggi. Namun, sebagian besar kawasan tersebut belum dikelola dengan pendekatan berkelanjutan yang terukur dan adaptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pariwisata konvensional, seperti konsep 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary), belum mampu menjawab kompleksitas dan kerentanan kawasan karst.

Melalui disertasinya, Dr. Trio mengembangkan model pengelolaan geowisata karst berkelanjutan yang mengintegrasikan tiga pilar utama geowisata, yaitu geokonservasi, geoedukasi, dan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat, dengan konsep Memorable Tourism Experience (MTE) sebagai fondasi. Konsep ini menekankan pengalaman wisata yang aman, edukatif, berkesan, serta tetap menjaga kelestarian ekosistem.
Sebagai studi kasus, penelitian ini mengambil Gua Jomblang yang merepresentasikan tantangan umum kawasan karst di Indonesia. Hasil observasi lapangan menunjukkan adanya sampah, kerusakan ornamen gua, perubahan mikroklimat, serta tekanan wisata musiman. Model yang dikembangkan kemudian dirancang melalui pendekatan ergonomi partisipatori, dengan melibatkan pengelola, pemandu wisata, wisatawan, dan masyarakat sekitar. Strategi yang dihasilkan mencakup sistem zonasi (zona inti, penyangga, dan penunjang), prosedur keselamatan, serta pemantauan kondisi gua secara berkelanjutan.
“Melalui penelitian ini, diciptakan model yang dapat menyeimbangkan antara pengalaman wisata dan keamanan ekosistem. Dengan sistem zonasi yang tepat, konservasi dan kesan bagi wisatawan dapat berjalan seimbang,” ujar Dr. Trio.
Dalam penyusunan disertasinya, Dr. Trio dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Susy Susmartini, M.SIE., IPU., ASEAN Eng. sebagai promotor utama, dengan dukungan Prof. Dr. Ir. Bambang Suhardi, S.T., M.T., ASEAN Eng. sebagai Ko-Promotor I dan Prof. Dr. Ir. Lobes Herdiman, M.T. sebagai Ko-Promotor II. Ia dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91, masa studi 3 tahun 6 bulan, serta menyandang predikat Cumlaude, (Kamis, 15/01/2026).

Dipenghujung acara, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Dra. Hj. Khurul Wardati, M.Si. turut menyampaikan kebanggaannya atas capaian yang diraih Dr. Trio
“Kami merasakan kesedihan sekaligus kebanggaan harus melepas SDM berkualitas untuk melanjutkan pengabdian di tempat lain. Terima kasih kepada Fakultas Teknik UNS atas kerja sama, dukungan, dan kontribusi yang telah terjalin. Semoga silaturahmi dan kolaborasi antara Fakultas Teknik UNS dan UIN Surakarta terus terjaga dan semakin erat dalam memajukan pendidikan, khususnya di bidang Teknik Industri.” ungkapnya.

Melalui riset ini, FT UNS menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 15 (Ekosistem Daratan), sebagai upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan pariwisata, keselamatan publik, dan kelestarian lingkungan. Humas FT UNS.




