
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) menyelenggarakan Pelatihan Sertifikasi ISO 45001:2018 sebagai upaya mewujudkan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan berstandar internasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (20/01/2026) di Ruang Multimedia Gedung IV FT UNS dan diikuti oleh sivitas akademika FT UNS yang terlibat dalam pengelolaan serta penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Pelatihan ini menghadirkan Saepul Ilmi, trainer profesional dari Paradigm Management Consulting, sebagai narasumber utama. Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah Pemahaman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang difokuskan pada implementasi standar ISO 45001:2018 di lingkungan institusi pendidikan tinggi.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Nonakademik FT UNS Prof. Dr. Ir. Niken Silmi Surjandari, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari komitmen fakultas dalam mendukung terciptanya budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan.

“mudah-mudahan training ISO 145001 ini dapat bermanbfaat untuk kita semua demi mendukung keselamatan kerja yang baik di lingkunngan FT UNS,” ungkap Prof. Niken.
Memasuki sesi pemaparan materi, Saepul Ilmi menjelaskan berbagai jenis standar ISO yang umum diterapkan di Indonesia, termasuk ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001. Ia menyampaikan bahwa saat ini FT UNS tengah menerapkan ISO 45001:2018, yang secara khusus berfokus pada sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.
Lebih lanjut, Saepul Ilmi memaparkan bahwa ISO 45001:2018 merupakan standar internasional yang mengatur bagaimana organisasi membangun, menerapkan, dan menjalankan kebijakan K3 secara sistematis, termasuk dalam mengelola serta meminimalisir terjadinya risiko kecelakaan kerja. Menurutnya, penerapan standar ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus diimplementasikan secara nyata dalam aktivitas kerja sehari-hari.


Ia juga menambahkan bahwa untuk memperoleh sertifikasi ISO 45001:2018, organisasi atau institusi harus mampu mengidentifikasi berbagai potensi bahaya K3, seperti risiko dari benda berputar, peralatan listrik, bahan mudah meledak atau terbakar, serta faktor lain yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Oleh karena itu, organisasi diwajibkan menyusun, menerapkan, dan memelihara sistem manajemen K3 secara konsisten, termasuk memastikan seluruh informasi terkait K3 selalu diperbarui (up to date).
Melalui pelatihan ini, FT UNS menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran dan kapasitas sivitas akademika terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. Kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Humas FT UNS.




