
FT UNS – Program Studi Doktor Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) kembali meluluskan mahasiswa doktor melalui Ujian Terbuka Promosi Doktor yang dilaksanakan pada Rabu (21/01/2026) di Ruang Multimedia FT UNS. Dalam ujian tersebut, Dr. Anastasia Febiyani dinyatakan lulus setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Permodelan Sistem Dinamis Kesehatan Keselamatan Kerja dengan Pendekatan Ergonomi Makro di Industri Manufaktur”.
Dr. Anastasia merupakan seorang dosen Teknik Industri dari Telkom University Purwokerto. Ia menyusun disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Bambang Suhardi, S.T., M.T., ASEAN Eng. sebagai promotor, dengan dukungan Prof. Dr. Eng. Ir. Pringgo Widyo Laksono, S.T., M.Eng., IPU, ASEAN Eng. sebagai ko-promotor I dan Prof. Ir. Heru Prastawa, DEA (UNDIP) sebagai ko-promotor II. Ujian terbuka ini turut menghadirkan Prof. Dr. Ing. Novie Susanto, S.T., M.Eng. dari Universitas Diponegoro sebagai penguji eksternal serta Dr. Ir. Yuniaristanto, S.T., M.T. sebagai penguji internal.
Penelitian ini mengembangkan decision support system berbasis sistem dinamis untuk memprediksi dampak kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam jangka panjang. Pendekatan ergonomi makro digunakan dengan memandang keselamatan kerja sebagai hasil interaksi sistem sosioteknikal yang melibatkan manusia, teknologi, dan organisasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya K3 di industri yang diteliti memiliki nilai safety culture cukup tinggi, yakni rata-rata 4,22 pada skala 1–5. Namun, risiko kecelakaan tetap ditemukan akibat rendahnya konsistensi perilaku keselamatan. Sekitar 80,10% responden tidak konsisten menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap dan sekitar 7,50% responden tidak disiplin dalam penggunaan APD.
Temuan empiris tersebut dimodelkan ke dalam Causal Loop Diagram (CLD) dan Stock–Flow Diagram (SFD) untuk diuji melalui berbagai skenario kebijakan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tanpa intervensi berkelanjutan, sistem K3 cenderung bersifat reaktif. Pelatihan diproyeksikan mampu menurunkan kecelakaan kerja sekitar 20% dalam enam bulan pertama. Penegasan kebijakan penggunaan APD meningkatkan kepatuhan hingga 30% dan menurunkan kecelakaan sekitar 15% per tahun, sementara peningkatan pengawasan berkontribusi menurunkan kecelakaan hingga 15% per tahun. Kombinasi ketiga kebijakan tersebut dinilai paling efektif dengan potensi penurunan kecelakaan kerja hingga 35% dalam jangka panjang.

“Penelitian ini menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan hasil dari desain sistem sosioteknikal. Ketika pelatihan, kepatuhan penggunaan APD, dan pengawasan berjalan sebagai satu paket, dampaknya menjadi lebih stabil dan berkelanjutan. Model yang kami kembangkan membantu perusahaan dan regulator dalam memilih intervensi yang paling efektif untuk jangka panjang,” ujar Dr. Anastasia.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Bambang Suhardi, S.T., M.T., selaku promotor, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut.
“Suatu hal yang membanggakan bahwa Saudari Anastasia Febiyani telah menyelesaikan studi doktornya. Namun demikian, perlu ditekankan bahwa ujian terbuka hari ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi seorang doktor untuk selanjutnya mengimplementasikan ilmunya bagi industri dan masyarakat,” ujar Prof. Bambang.

Dr. Anastasia Febiyani dinyatakan lulus oleh dewan penguji dengan IPK 3,87 dan menempuh masa studi selama 4 tahun serta berhasil meraih predikat Cumlaude.
Melalui penelitian ini, FT UNS menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sistem K3 yang berkelanjutan dan aplikatif di sektor industri. Kontribusi riset ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), melalui upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, produktif, dan berkelanjutan. Humas FT UNS.




