
FT UNS – Joost Groothuijse, Mahasiswa magang inbound di Urban Rural Design and Conservation (URDC) Laboratory Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali meraih gelar Best Presenter pada The 4th International Conference on Natural Resources and Sustainable Development (ICNRSD) 2026 pada Kamis (5/02/2026). Penghargaan tersebut diberikan atas keunggulan presentasi dan kualitas risetnya yang berjudul “Community Based Assessment of Canal Water Quality in Gentungan Village: Identifying Pollution Source and Improving Canal Water Quality”.
ICNRSD ini merupakan konferensi keempat yang pada tahun ini mengusung tema “Sustainable Management of Natural Resources: Tackling Environmental Degradation and Strengthening Ecosystem Resilience”. Konferensi tersebut diselenggarakan di Universitas Sumatera Utara (USU) dan menjadi ruang kolaboratif bagi para peneliti serta akademisi untuk bertukar gagasan dan inovasi dalam menjawab berbagai tantangan isu iklim dan lingkungan.
Dalam penelitiannya, Joost mengkaji kualitas air kanal di Desa Gentungan dengan pendekatan berbasis masyarakat. Ia meneliti bagaimana aktivitas pertanian serta kehidupan sehari-hari warga memengaruhi kondisi air. Desa Gentungan dipilih karena memiliki karakteristik unik, yakni perpaduan antara pertanian padi organik dan konvensional, permukiman yang berdekatan dengan aliran air, serta topografi perbukitan yang curam. Kondisi tersebut menjadikan desa ini sebagai lokasi yang representatif untuk mengamati dampak aktivitas manusia terhadap sistem perairan.

Joost Groothuijse merupakan mahasiswa Rotterdam University of Applied Sciences, Belanda yang mengikuti program magang di URDC Lab FT UNS. Selama proses penelitian, Joost dibimbing oleh Dr. Eng. Kusumaningdyah Nurul Handayani, S.T., M.T., dosen Arsitektur FT UNS dan Rick Heikoop dari Rotterdam University of Applied Sciences. Pendampingan tersebut memperkuat aspek metodologi serta analisis data yang dilakukan dalam penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air kanal di Desa Gentungan saat ini masih tergolong baik. Namun demikian, terdapat beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian, khususnya potensi erosi akibat kemiringan lahan serta pengelolaan sampah plastik di sekitar aliran air. Upaya pencegahan dinilai penting agar kualitas air tetap terjaga secara berkelanjutan.
“Pengalaman bekerja bersama masyarakat lokal sangat berharga bagi saya. Meskipun kualitas air saat ini masih baik, kita perlu fokus pada pencegahan erosi dan pengelolaan sampah plastik agar kebersihan air tetap terjaga di masa mendatang,” ujar Joost.

Partisipasi Joost dalam konferensi internasional ini tidak hanya menjadi sarana diseminasi hasil riset, tetapi juga memperkuat jejaring akademik lintas negara serta kolaborasi internasional. Keterlibatan mahasiswa magang internasional ini mencerminkan komitmen FT UNS dalam mendorong penelitian yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
FT UNS akan terus mendukung kegiatan akademik, penelitian, dan kolaborasi internasional guna melahirkan inovasi berkelanjutan yang memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan dan pembangunan yang berwawasan keberlanjutan. Capaian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Program magang internasional seperti ini menegaskan komitmen Fakultas Teknik UNS dalam membentuk generasi muda yang berdaya saing global dan berorientasi pada keberlanjutan. Humas FT UNS.




