
FT UNS– Program Studi Teknik ElektroFakultas Teknik Universitas Sebelas Maret(FT UNS) menghadirkan profesor terkemuka dunia dalam kegiatan Visiting Top Professor. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, (22/04/2026) di Ruang SeminarUtama Gedung Ir. RPM. Kasifudin FT UNS.Hadir sebagai pembicara utama, Prof. Dr. Saad Mekhilef yang merupakan profesor di Swinburne University of Technology, Australia, serta Honorary Professor di University Malaya, Malaysia. Ia juga merupakan IEEE Fellow (USA), IET Fellow (UK), dan Chartered Engineer (UK) dengan nilai H-index Scopus 110.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Ir. Joko Hariyono, S.T., M.Eng., Ph.D.yangterbagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama berupa guest lecture yang membahas topik renewable energy integration, policy frameworks, smart microgrids, energy storage, serta advanced power electronics. Sementara itu, sesi kedua berupa research workshop yang mengulas advanced research methods, academic collaboration, dan publication strategies.
Dalam paparannya, Prof. Saad Mekhilef menyoroti pentingnya transisi energi dan tantangan keberlanjutan global. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan energi listrik terus meningkat, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun industri. Namun demikian, integrasi energi yang lebih kuat dan berkelanjutan menjadi tantangan utama di tengah meningkatnya permasalahan lingkungan.
“Perubahan iklim dan berbagai bencana alam yang terjadi saat ini memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan emisi karbon sejak revolusi industri. Oleh karena itu, transisi energi menjadi hal yang sangat penting untuk masa depan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa berbagai bencana seperti banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan yang terjadi di berbagai belahan dunia merupakan dampak nyata dari peningkatan suhu global. Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang masih mencapai lebih dari 50% menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya emisi karbon.
Lebih lanjut, Prof. Saad menjelaskanperan penting power electronics dalam mendukung sistem energi modern, seperti pada turbin, fuel cell, kendaraan listrik, serta berbagai sistem konversi energi. Ia juga menekankan bahwa sumber energi terbarukan bersifat intermittent atau tidak stabil karena bergantung pada kondisi cuaca, sehingga diperlukan solusi penyimpanan energi.
“Energy storage menjadi kunci utama. Tanpa penyimpanan energi, kita tidak dapat memanfaatkan energi secara optimal ketika sumber seperti matahari atau angin tidak tersedia,” tambahnya.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya dan berdiskusi langsung dengan narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait pengembangan energi terbarukan dan strategi riset ke depan.
Melalui kegiatan ini, FTUNS menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan riset di bidang energi berkelanjutan. Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau)melalui penguatan pemahaman energi terbarukan, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur)melalui pengembangan teknologi power electronics dan smart microgrid, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim)melalui upaya peningkatan kesadaran dan solusi terhadap tantangan emisi karbon global.
Humas FT UNS




