
FT UNS – Tim Capstone Project 2 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS), mengembangkan teknologi pengeringan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kualitas produksi briket arang batok kelapa. Inovasi tersebut diwujudkan melalui implementasi mesin rotary dryer continuous di fasilitas produksi mitra, CV Harico, Serut, Madurejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada selasa (8/9/2026).
Tim yang terdiri atas Jessica Thalia Prasetyaningsari, Flavia Fayyazza Aqeela Aurora, dan Khalifahtur Alfi mengembangkan teknologi tersebut di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Lobes Herdiman, M.T. bersama Grup Riset People-Centered Innovation. Pengembangan ini menjadi bagian dari penerapan hasil perancangan teknik mahasiswa untuk menjawab kebutuhan nyata di sektor industri biomassa.
CV Harico merupakan produsen briket arang batok kelapa yang menjadi mitra dalam implementasi teknologi tersebut. Sebelum implementasi, tim melakukan peninjauan secara langsung terhadap fasilitas produksi untuk mengevaluasi hasil fabrikasi sekaligus memastikan mesin dapat terpasang dan berfungsi sesuai dengan kondisi lini produksi.
Peninjauan tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan kesesuaian antara rancangan teknik yang dikembangkan dalam Capstone Project 2 dengan kebutuhan serta kondisi aktual di lapangan. Implementasi di lingkungan industri juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana rancangan teknologi diterapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan proses produksi.

Mesin rotary dryer continuous yang dirancang dilengkapi sistem penggerak otomatis untuk menghasilkan putaran tabung pengering secara berkesinambungan. Sistem tersebut memungkinkan proses pengeringan berlangsung secara kontinu sehingga material dapat dialirkan melalui tabung pengering secara lebih terstruktur.
Pada sistem pemanasnya, mesin menggunakan burner yang memanfaatkan sisa oli bekas sebagai sumber energi termal alternatif. Pemanfaatan sumber energi tersebut menjadi salah satu aspek dalam rancangan teknologi pengeringan yang dikembangkan tim.
Selain sistem penggerak dan pemanas, mesin juga dilengkapi hopper serta mekanisme pemasukan material. Komponen tersebut terintegrasi untuk menjaga kestabilan aliran bahan baku arang batok kelapa menuju tabung pengering selama proses berlangsung.
Penerapan teknologi ini secara khusus ditujukan untuk membantu menurunkan kadar air bahan baku briket hingga mencapai batas kelayakan, yakni di bawah 15 persen. Pengendalian kadar air menjadi bagian penting dalam proses produksi karena berkaitan dengan kualitas bahan baku sebelum memasuki tahapan produksi berikutnya.

Implementasi rotary dryer continuous di CV Harico menjadi salah satu bentuk konkret penerapan hasil pembelajaran dan perancangan teknik melalui Capstone Project 2. Kegiatan tersebut sekaligus mempertemukan kompetensi mahasiswa, pendampingan dosen, dan kebutuhan industri dalam menghasilkan teknologi yang dapat diterapkan pada kondisi produksi nyata.
Bagi mahasiswa, proses tersebut tidak hanya menjadi bagian dari penyelesaian proyek akademik, tetapi juga memberikan pengalaman dalam mengidentifikasi kebutuhan industri, merancang solusi teknologi, hingga memastikan rancangan dapat diimplementasikan pada lingkungan kerja yang sebenarnya.
Melalui inovasi ini, tim Capstone Project 2 bersama Grup Riset People-Centered Innovation FT UNS diharapkan dapat terus mendorong pengembangan teknologi tepat guna yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan proses produksi industri biomassa. Kolaborasi dengan mitra industri juga menjadi ruang bagi pengembangan solusi berbasis keilmuan Teknik Industri yang responsif terhadap kebutuhan dunia usaha.
Pengembangan dan implementasi teknologi rotary dryer continuous tersebut turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penerapan pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan nyata di industri; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan dan penerapan inovasi teknologi pada proses produksi; SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui upaya mendukung proses produksi yang lebih berkelanjutan dan pemanfaatan sisa oli sebagai sumber energi termal alternatif; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, grup riset, dan mitra industri.
Humas FT UNS.




