
FT UNS – Dosen Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS), Dr.Eng. Ir. Aditya Rio Prabowo, S.T., M.T., M.Eng., meraih Anugerah Karya Riset Pembangunan (AKRP) Jawa Tengah Tahun 2026 dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah sebagai Penerima Penghargaan Paling Produktif dan Berdampak pada Bidang Sains dan Teknologi.
Penghargaan tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Dewan Juri Nomor 000.9.18/1944 tanggal 28 Juli 2026 tentang Penentuan 10 Penerima Penghargaan Kategori Reguler pada AKRP Jawa Tengah Tahun 2026 serta Berita Acara Nomor 000.9/3158 tanggal 31 Agustus 2026 tentang Penentuan 2 Penerima Penghargaan Kategori Khusus pada AKRP Jawa Tengah Tahun 2026.
AKRP Jawa Tengah merupakan ajang apresiasi BRIDA Provinsi Jawa Tengah terhadap periset yang menghasilkan karya dengan kontribusi terhadap pembangunan. Pada penyelenggaraan tahun 2026, sebanyak 609 pendaftar mengikuti proses seleksi yang kemudian menghasilkan 40 nomine untuk mengikuti tahapan presentasi dan wawancara. Tahapan tersebut digunakan untuk mendalami substansi dan kelayakan riset sekaligus menggali potensi implementasi inovasi.
Aditya yang juga menjabat sebagai Kepala Laboratorium Komputasi dan Perancangan Program Studi Teknik Mesin FT UNS, memiliki rekam jejak produktivitas riset yang kuat. Berdasarkan penelusuran ID Scopus dan sistem IRIS LPPM UNS, Aditya tercatat telah menghasilkan 434 dokumen publikasi, sembilan buku, dua paten, dan tiga Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Data IRIS UNS juga mencatat Aditya memiliki H-index Scopus 35.
Mengisahkan proses seleksi yang dijalaninya, Aditya menyampaikan bahwa dirinya pertama kali dihubungi BRIDA untuk mengikuti tahapan wawancara dan diminta memaparkan rekam jejak serta bidang riset yang dikembangkan.
“Saya pertama kali dihubungi ketika akan mengikuti wawancara. Saya diminta memaparkan siapa diri saya, rekam jejaknya seperti apa, kemudian gambaran riset saya seperti apa. Setelah itu ada presentasi mengenai bidang keilmuan dan karya-karya yang merefleksikan riset saya,” ungkap Aditya.
Menurutnya, penghargaan kategori khusus yang diterimanya tidak berfokus pada satu karya penelitian tertentu, tetapi melihat keseluruhan rekam jejak dan karya yang telah dihasilkan.
“Kalau yang kategori khusus, penilaiannya sudah secara keseluruhan, jadi mencakup semua judul dan tidak berpaku pada satu judul saja. Jadi, rangkuman dari rekam jejak,” jelasnya.

Kepakaran riset Aditya antara lain mencakup ketahanan struktur kapal, sistem fotovoltaik termal, hidrodinamika kapal, turbin angin, serta kekuatan struktur kapal. Rekam jejak tersebut menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan riset di bidang sains dan teknologi melalui berbagai publikasi serta luaran penelitian.
Dekan FT UNS, Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan yang diraih Aditya menjadi bentuk pengakuan terhadap konsistensi produktivitas riset sekaligus kontribusi dosen UNS dalam pengembangan sains dan teknologi.
“Prestasi ini membanggakan dan menunjukkan konsistensi produktivitas riset sekaligus kontribusi dosen UNS dalam pengembangan sains dan teknologi,” ujar Prof. Wahyudi.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FT UNS untuk terus meningkatkan kualitas dan dampak penelitian, sekaligus memperluas kolaborasi riset.
“Semoga prestasi ini terus mengharumkan nama UNS melalui karya riset yang unggul, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Bagi FT UNS, penghargaan tersebut menjadi capaian yang memperkuat kontribusi dosen dalam pengembangan ekosistem riset dan inovasi. Produktivitas yang tercermin melalui publikasi, buku, paten, dan HKI juga menjadi bagian dari upaya mendorong hasil penelitian agar tidak berhenti pada luaran akademik, tetapi memiliki potensi untuk memberikan manfaat yang lebih luas.
Capaian Dr.Eng. Ir. Aditya Rio Prabowo, S.T., M.T., M.Eng. turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan riset, inovasi, serta pengembangan pengetahuan dan teknologi.
Humas FT UNS.




