
FT UNS – Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) memperkuat kerja sama dengan PT Komatsu Indonesia melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Program Internship Mahasiswa Fakultas Teknik UNS di Ruang Sidang Senat FT UNS, Gedung Ir. R.P.M. Kasifudin, Sabtu (3/10/2026).
PKS tersebut ditandatangani oleh Dekan FT UNS, Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., IPU., dan Administration Deputy General Manager PT Komatsu Indonesia, Widiyana. Pada kesempatan yang sama, Universitas Sebelas Maret (UNS) dan PT Komatsu Indonesia juga menandatangani Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., dan Direktur PT Komatsu Indonesia Rofiur Rutab.

Kerja sama tersebut melanjutkan kolaborasi yang telah dibangun sebelumnya. PT Komatsu Indonesia diketahui telah memberikan dukungan kepada FT UNS melalui hibah peralatan dan fasilitas praktikum, termasuk untuk mendukung kegiatan Kerja Praktik (KP), internship, dan penelitian mahasiswa.
Dalam sambutannya, Dekan FT UNS Prof. Wahyudi menyampaikan bahwa kerja sama dengan Komatsu bukanlah hal baru. Menurutnya, kolaborasi yang telah terjalin sejak sekitar dua dekade lalu perlu diperbarui dan diperkuat agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kedua institusi.
“Mudah-mudahan MoU ini yang sifatnya diperbaiki, diperbarui. Karena sekitar 20 tahun yang lalu sudah banyak memberikan fasilitas, alat, bantuan praktikum dan sebagainya,” ujar Prof. Wahyudi.
Prof. Wahyudi menambahkan, FT UNS saat ini terus didorong untuk lebih aktif membangun kerja sama dengan dunia industri. Menurutnya, kedatangan Komatsu dengan niat memperkuat kolaborasi perlu disambut melalui kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan.

“Kita memang diminta jauh lebih aktif kerja sama. Sehingga kalau tadi disampaikan Komatsu sudah datang dengan niat yang baik, kemudian langsung disambut dengan sangat luar biasa oleh Prof. Ubaidillah dan kawan-kawan,” katanya.
Melalui PKS yang ditandatangani, program internship mahasiswa diperkuat dengan pendekatan experiential learning. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan proses, teknologi, standar, serta persoalan nyata di lingkungan industri.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat link and match antara pendidikan tinggi dan dunia kerja. Pengalaman di industri diharapkan dapat membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi teknis, seperti pemahaman teknologi, proses produksi, analisis data, dan otomatisasi, sekaligus kompetensi nonteknis seperti komunikasi, kerja sama tim, disiplin, pemecahan masalah, adaptasi, dan tanggung jawab profesional.

Presiden Direktur PT Komatsu Indonesia, Ir. Jamalludin, M.T. menilai kerja sama dengan perguruan tinggi perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata, termasuk dalam pengembangan sumber daya manusia dan teknologi.
Ia menyampaikan bahwa proses menghidupkan kembali kerja sama dengan UNS merupakan bagian dari upaya membuka lebih banyak ruang kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi.
“Dengan adanya kolaborasi, dengan adanya kerja sama, harapannya ini bisa terwujud. Karena cita-cita, visi, dan misi dari perusahaan kami adalah bagaimana kita bisa membuat kontribusi terhadap bangsa ini,” ujarnya.

Bagi FT UNS, penguatan kerja sama dengan industri menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kolaborasi juga membuka peluang pengembangan pendidikan berbasis industri, pengembangan kompetensi dan talenta, penelitian terapan, inovasi, serta kegiatan lain yang mendukung peningkatan daya saing industri.
Kerja sama FT UNS dan PT Komatsu Indonesia turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pembelajaran berbasis pengalaman dan keterhubungan pendidikan dengan dunia industri; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui kolaborasi pada pengembangan teknologi, manufaktur, dan penelitian terapan; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia industri.
Humas FT UNS.




