
FT UNS – Program Revitalisasi Sekolah Luar Biasa (SLB) yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi langkah strategis dalam menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan yang layak bagi anak berkebutuhan khusus. Dalam pelaksanaannya, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) dipercaya sebagai mitra pendamping teknis di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada periode Juli hingga Desember 2025.
Pendampingan dilakukan oleh tim yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil dan Arsitektur sebagai koordinator dan fasilitator. Kegiatan meliputi monitoring, evaluasi, dan pelaporan berkala untuk memastikan proses pembangunan dan rehabilitasi berjalan optimal, tepat sasaran, serta sesuai standar teknis.

Pelaksanaan pendampingan di wilayah DIY dikoordinatori oleh Dr. Eng. Ir. Halwan Alfisa Saifullah, S.T., M.T., IPU. dengan fasilitator Dr. Ir. Galuh Chrismaningwang, S.T., M.T. dan Dr. Ir. Slamet Raharjo, S.T., M.T. Kegiatan ini turut didukung mahasiswa sebagai asisten fasilitator, yaitu Hestian Nanda Maulana, Danny Bima Arisandi Tarigan, Taufiq Nur Syifa, dan Alindia Faradhita Azahwa.
Sementara itu, pendampingan di wilayah Jawa Tengah berada di bawah koordinasi Dr. Ir. Fauzan Ali Ikhsan, S.T., M.T. dengan fasilitator Dr. Ir. Florentina Pungky Pramesti, S.T., M.T. dan Lydia Novitriana Nur Hidayati, S.T., M.T., Ph.D. serta didukung mahasiswa asisten Bonifasius David Christa Easterio, Maria Pinkan Tata Jelita, dan Gora Adiwidya Candrawibawa.
Di wilayah Jawa Tengah, pendampingan mencakup sepuluh SLB, yaitu SLB Negeri Surakarta, SLB Mandiri Putra Karanganyar, SLB Mutiara Bangsa Kendal, SLB Negeri Salatiga, SLB Negeri Slawi, SLB Fadhilah Ummah Sukoharjo, SLB Negeri Sukoharjo, SLB ABC YKAB Pulisen Boyolali, SLB ABC Tawangsari Sukoharjo, dan SLB Negeri Pati. Sementara di DIY, pendampingan dilakukan pada tujuh SLB, yakni SLB Autisma Dian Amanah, SLB Tegar Harapan, SLB Islam Qothrunnada, SLB Krida Mulia III, SLB Ma’arif Bantul, SLB PGRI Sumbersari, dan SLB Bhakti Pertiwi.


Pendampingan diawali dengan survei lapangan untuk memverifikasi kondisi eksisting fasilitas sekolah. Hasil survei pada salah satu lokus pada awal Juli menunjukkan bahwa fasilitas toilet mengalami penurunan kualitas dan memerlukan perbaikan menyeluruh. Selain itu, ruang kelas dan ruang keterampilan juga membutuhkan peningkatan guna mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal. Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis revitalisasi.
Kepala Sekolah SLB Tegar Harapan, Nur Arsimanto, S.Pd. menyampaikan bahwa pendampingan teknis dari UNS memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembangunan.
“Pendampingan yang dilakukan secara berkala membantu memastikan pembangunan berjalan sesuai standar dan kebutuhan siswa. Kami merasakan langsung peningkatan kenyamanan dan keteraturan proses pembelajaran,” ungkapnya.
Selama proses pelaksanaan, tim melakukan peninjauan fisik secara berkala serta evaluasi dokumen teknis, seperti Kurva S dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), guna memastikan kesesuaian antara progres pekerjaan dan target perencanaan. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama kepala sekolah dan pelaksana pembangunan untuk mengatasi kendala teknis maupun administratif.
Seiring berjalannya program, peningkatan kualitas fisik sekolah mulai terlihat. Fasilitas toilet diperbarui menjadi lebih higienis dan layak, sementara ruang kelas ditata ulang sehingga lebih rapi, terbuka, dan mendukung kenyamanan belajar. Lingkungan sekolah menjadi lebih aman dan inklusif bagi peserta didik.

Salah satu perwakilan tim pendamping, Dr. Ir. Galuh Chrismaningwang, S.T., M.T., menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada akuntabilitas dan keberlanjutan hasil pembangunan.
“Pendampingan ini memastikan setiap tahapan revitalisasi terdokumentasi dengan baik, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran sehingga fasilitas yang dibangun benar-benar bermanfaat bagi siswa,” ujarnya.
Melalui sinergi antara Kemendikdasmen, sekolah penerima bantuan, dan UNS, program revitalisasi ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas yang inklusif dan merata, SDG 9 Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan. Pendampingan teknis yang sistematis juga mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkeadilan, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Humas FT UNS.




